• KANAL BERITA

Grab Berkontribusi pada Pedoman Penggunaan Teknologi Baru yang Bertanggungjawab

DISKUSI: Moderator diskusi panel, Julia Chatterly, dengan para panelis Michael Froman, Chairman, Center for Inclusive Growth & Vice-Chairman and President, Strategic Growth, Mastercard; Peggy Johnson, Executive Vice President of Business Development, Microsoft; Bapak Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Republik Indonesia; Sanjay Poonen, Chief Operating Officer, VMWare; Anthony Tan, Group CEO and Co-Founder, Grab) - Para pemimpin global berbagi perspektif mereka tentang cara teknologi dapat membawa dampak positif. (suaramerdeka.com / dok)
DISKUSI: Moderator diskusi panel, Julia Chatterly, dengan para panelis Michael Froman, Chairman, Center for Inclusive Growth & Vice-Chairman and President, Strategic Growth, Mastercard; Peggy Johnson, Executive Vice President of Business Development, Microsoft; Bapak Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Republik Indonesia; Sanjay Poonen, Chief Operating Officer, VMWare; Anthony Tan, Group CEO and Co-Founder, Grab) - Para pemimpin global berbagi perspektif mereka tentang cara teknologi dapat membawa dampak positif. (suaramerdeka.com / dok)

DAVOS, suaramerdeka.com - Melalui platform World Economic Forum, Grab berkomitmen pada “Perjanjian Prinsip Pengelolaan Platform yang Baik” (The Charter of Principles for Good Platform Work), yang mendukung kebijakan pengelolaan platform digital yang bertanggung jawab, serta memberikan dampak positif bagi pekerja dalam lingkungan platform.

Didukung perusahaan platform global, perjanjian ini bertujuan menyediakan panduan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintahan, perusahaan penyedia platform dan juga para pekerja dalam lingkungan platform untuk berkolaborasi pada sebuah inisiatif yang menambah kesejahteraan pekerja, berdasarkan prinsip-prinsip utama platform yang baik.

Contoh yang baik dari perusahaan penyedia platform seperti inisiatif Mendobrak Sunyi milik Grab untuk memberikan kesempatan pendapatan bagi Teman Tuli dan orang dengan gangguan pendengaran, serta usaha untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di Asia Tenggara dengan program literasi digital dan pelatihan keterampilan bagi mitra pengemudi, juga digarisbawahi sebagai contoh yang dapat juga dilakukan perusahaan lain di berbagai industri.

“Mengaplikasikan teknologi baru dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan dan sumber penghasilan masyarakat. Lebih dari 20 persen mitra pengemudi kami sebelumnya tidak memiliki pekerjaan sebelum bergabung dalam platform Grab. Dengan membantu lebih banyak masyarakat memiliki sumber pendapatan, Grab berkontribusi hampir US$6 miliar terhadap perekonomian Asia Tenggara pada tahun lalu,” jelas Anthony Tan, Group CEO & Co-founder, Grab.

Grab juga membantu menciptakan edisi kedua Model AI Government Framework, yang dikeluarkan oleh Info-communications Media Development Authority of Singapore, dan berkontribusi pada Ikhtiar Contoh Kasus, yang menyediakan studi kasus dari berbagai industri yang berguna dalam membantu lebih banyak organisasi untuk menerapkan Kerangka Model tersebut.

Aspek Platform

Sebagai perusahaan yang memiliki pendekatan "AI-everywhere", Grab menggunakan AI dalam berbagai aspek platform, untuk mengurangi masalah di Asia Tenggara,
seperti membasmi transaksi palsu dan mengalokasikan kendaraan atau pesanan makanan secara efisien.

Dengan berbagi sudut pandang terbaik dari 350 strong AI serta sumber daya data sains milik Grab, Grab berharap dapat memberikan inspirasi yang dapat memecahkan masalah melalui cara kreatif menggunakan AI, dan mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawab.

“Namun kesenjangan keterampilan digital yang kian melebar di berbagai negara berkembang dan perdebatan tentang etika dari adaptasi teknologi, mencerminkan bahwa perusahaan teknologi dapat berbuat lebih banyak untuk dapat mulai tampil sebagai perusahaan yang bertanggung jawab. Grab mengambil langkah pendekatan proaktif untuk mulai mengelola perusahaan kami secara langsung, dalam memberikan mata pencaharian dan sumber penghasilan tambahan bagi mitra kami. Kami secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI, dan berharap hal ini dapat berfungsi sebagai dasar yang berguna bagi pemerintah dan perusahaan lainnya untuk mulai berkolaborasi dalam pemecahan masalah ini,” tambah Anthony.

Inisiatif di atas merupakan kelanjutan dari program “Grab for Good” milik Grab, yang berkomitmen untuk menciptakan literasi dan inklusi digital bagi 3 juta penduduk Asia Tenggara di tahun 2025, membantu lebih dari 5 juta pengusaha tradisional dan warung-warung untuk mendigitalisasi alur kerja, serta melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi dengan institusi pendidikan, organisasi nirlaba dan perusahaan teknologi terkemuka.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)