• KANAL BERITA

38 Kelurahan Terapkan Gugus Tugas Layak Anak

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat memberikan sambutan terkait sosialisasi pembentukan gugus tugas kelurahan layak anak di tingkat Kota Semarang, di aula gedung Balai Kota. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat memberikan sambutan terkait sosialisasi pembentukan gugus tugas kelurahan layak anak di tingkat Kota Semarang, di aula gedung Balai Kota. (suaramerdeka.com / M Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar sosialisasi pembentukan gugus tugas kelurahan layak anak di tingkat Kota Semarang. Hingga saat ini, ada 139 kelurahan yang belum melakukan deklarasi. Sementara itu, sisanya sebanyak 38 kelurahan telah mendeklarasikan pembentukannya.

Kepala DP3A Kota Semarang, M Khadik, mengatakan, tujuan deklarasi gugus tugas kelurahan itu yakni untuk mengintegrasikan pemenuhan hak-hak anak dalam rangka mewujudkan Semarang sebagai Kota Layak Anak (KLA) yang hebat. "Diharapkan, Kota Semarang bisa mewujudkan deklarasi 139 gugus tugas yang ada, saat ada evaluasi KLA pada 2020 ini. Untuk menjadi KLA Utama yang hebat," ujar dia, saat memberikan sambutannya di aula gedung Balai Kota.

Selanjutnya, Khadik menyampaikan jika integrasi antara keluarga, lingkungan sekolah, tempat tinggal, serta tempat bermain harus sinkron. Dalam memberikan perlindungan kepada anak, agar tumbuh kembang dengan baik. "Harapannya, anak-anak ini bisa menjadi SDM yang unggul dan mampu membawa Kota Semarang lebih hebat. Ada 24 kategori yang harus dipenuhi untuk dapat mendeklarasikan pembentukan gugus tugas kelurahan layak anak," ucap dia.

Beberapa diantara kategori tersebut yaitu, ada perhatian dan jaminan kepada anak untuk mendapatkan hak-hak yang sesuai, memiliki kawasan bebas rokok dalam rangka menjamin tumbuh kembang anak yang baik, serta menerapkan kawasan bebas narkoba. "Jangan sampai terjadi pembiaran dan pengabaian. Anak-anak merupakan generasi emas, yang akan meneruskan kepemimpinan saat ini,'' terang dia.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, deklarasi 139 gugus tugas ini sangat penting. Dalam rangka pemenuhan syarat untuk menuju predikat KLA Utama di Kota Semarang. Selanjutnya, ini merupakan sebuah bentuk komitmen kelurahan yang merupakan bagian dari Pemkot Semarang. Untuk menunjukkan dukungannya, dalam rangka mewujudkan Kota Semarang sebagai kota yang nyaman, aman, dan ramah untuk semua lapisan masyarakat.

"Kalau terkait hadiah-hadiah penghargaan, itu hanya merupakan bonus saja. Jangan sampai nantinya saat sudah mendapatkan penghargaan, namun ternyata lurah-lurahnya tidak memperhatikan anak-anak mereka. Jadi, lebih baik anak-anak, orangtua, dan masyarakatnya nyaman, sehingga kemudian akhirnya dapat bonus KLA,'' papar dia, usai membuka acara sosialisasi tersebut.

Perkembangan anak, kata dia, bergantung pada generasi-generasi sebelumnya, seperti orangtua. Itu karena anak merupakan titipan dari Tuhan, untuk dididik dan dibesarkan sehingga mampu menjadi generasi pengganti yang telah ada.


(Muhammad Arif Prayoga/CN26/SM Network)