• KANAL BERITA

Igmakos Perdalam HOTS dan Pemahaman Literasi Guru Madrasah

BERI SAMBUTAN : Ketua Igmakos, Mujib Sya'roni (kiri) memberikan sambutan dalam pembukaan Seminar Strategi Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS di Madrasah yang pihaknya gelar di aula Pasca Sarjana Unwahas Semarang, Selasa (28/1). (suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)
BERI SAMBUTAN : Ketua Igmakos, Mujib Sya'roni (kiri) memberikan sambutan dalam pembukaan Seminar Strategi Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS di Madrasah yang pihaknya gelar di aula Pasca Sarjana Unwahas Semarang, Selasa (28/1). (suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Untuk meningkatkan mutu pendidik, Ikatan Guru Madrasah Kota Semarang (Igmakos) kembali menggelar kegiatan di awal 2020. Kali ini sebanyak 200 guru dan kepala sekolah madrasah se-Kota ATLAS diundang dalam seminar yang diadakan di aula Pasca Sarjana Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Selasa (28/1).

Igmakos sebelumnya mengadakan pelatihan menyusun kisi-kisi Standart Kompetensi Lulusan (SKL) pada 20 Januari kemarin. Lalu kini dilanjutkan dengan seminar memperdalam peningkatan mutu pendidikan berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) secara penilaian dan evaluasi. Selain itu dalam kegiatan yang dibuka Kepala Kemenag Kota Semarang, Drs Muh Habib MM itu juga ditekankan pemahaman literasi kepada para peserta yang hadir.

''Untuk kegiatan kedua di Januari ini, kami ingin guru madrasah bisa memenuhi kompetensi terkait pembuatan soal sampai evaluasi penilaian tengah semester dan ahir semester dengan pendidikan karakter yang sudah dikembangkan. Seminar ini untuk membekali mereka meningkatkan kompetensinya,'' kata Ketua Igmakos, Mujib Sya'roni usai pembukaan acara.

Igmakos mendatangkan dua pemateri dalam seminar tersbut. Yakni Dr Siswanto, pendidik yang pernah mendapatkan predikat guru teladan, dengan membawakan materi strategi pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS di madrasah. Pemateri kedua yaitu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Semarang, Dr Moch Fatkhuronji SAg MPdI yang mengangkat literasi dan pengembangan literasi siswa di madrasah.

''Terkait HOTS semua guru sudah menerapkan, di kegiatan ini kami memperdalam penerapan tersebut. Terkait bagaimana membuat proses pembelajaran dan evaluasi, agar guru bisa melaksanakannya secara optimal keapda peserta didik,'' lanjut Mujib.

Lalu soal literasi, Fatkhuronji di kesempatan yang sama menjelaskan, sangat berkaitan dengan pengembangan karakter siswa di madrasah. Sehingga guru diminta meningkatkan pemahaman tentang makna literasi lewat pembekalan materi di seminar ini.

''Literasi ada empat yakni literasi membaca, kewirausahaan, sains, matematik atau numeresi. Pemahaman literasi ini diberikan supaya mereka bisa menerapkan, cakap, trampil dalam membuat siswa bisa menulis. Bisa memahami hitung-menghitung hingga kewirausahaan. Sehingga menjadi bekal siswa nantinya,'' jelas Fatkhuronji.

Hal ini ditekankan, lanjutnya, karena siswa dihadapkan pada era global yang serba menggunakan pengetahuan dan teknologi informasi (TI). Jika para siswa madrasah ini tidak dibekali pendidikan karakter sesuai ajaran Islam, akhlaqul karimah, akan mempengaruhi psikologis anak dalam membentuk kepribadian.

''Karakter madrasah sebagai tonggak pendidikan keagamaan mau tidak mau kepriabadian siswa harus dibentuk sesuai karakter pendidikan islam. Siswa madrasah tidak boleh keluar dari frame ini. Sebab majunya TI ini jikalautidak dibentengi pendidikan agama secara kuat, karakter anak tidak akan terbentuk secara baik,'' tandas Fatkhuronji.


(M Alfi Makhsun/CN19/SM Network)