• KANAL BERITA

Banjir Bansela, Wagub Uu Sambangi Dayeuhkolot

Foto suaramerdeka.com/Setiady Dwi
Foto suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menegaskan pihaknya memahami kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi banjir Bandung selatan. Sejumlah upaya tengah dilakukan. Dia pun meminta mereka untuk bersabar.

Dalam kunjungannya ke kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (27/1), Uu yang menyempatkan untuk menyapa warga. Warga pun menyampaikan aspirasinya bahwa selama ini mereka sudah berupaya memahami kondisi tersebut.

Hanya saja, solusi menyeluruh diharapkan bisa mengatasi banjir yang rutin terjadi setiap tahun itu. Uu menegaskan bahwa langkah tersebut tengah dilakukan. Di antaranya pembangunan Terowongan Nanjung guna mempercepat aliran Citarum.

Untuk jangka pendek, Uu ingin bantuan terhadap warga Kabupaten Bandung yang terdampak banjir itu berlangsung lancar. Terlebih Pemprov telah menetapkan status siaga bencana sehingga kejadian selama musim penghujan harus dipastikan mendapat penanganan.

"Kami sendiri bisa langsung memberikan bantuan terhadap daerah yang terdampak, pada saat status siaga bencana tersebut diberlakukan," kata mantan Bupati Tasikmalaya itu yang sempat berperahu mengeliling rumah-rumah yang terendam di kawasan Dayeuhkolot.

Di luar itu, Uu Ruzhanul Ulum meminta supaya aktivitas belajar-mengajar tak mengalami gangguan. Proses pendidikan itu diharapkan tetap bergulir meski kondisinya relatif sulit. Pemkab setempat diharapkan bisa proaktif.

"Tempatnya di mana, saya harap ada solusi untuk kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak sekolah. Apalagi ini hampir seminggu libur, karena air belum lagi surut," tandasnya di sela-sela kunjungan.

Sedangkan pada saat berada di tempat pengungsian, tandem Ridwan Kamil ini sempat pula memberikan pandangan supaya persoalan banjir tak hanya didekati dengan pendekatan teori saja. Pasalnya, di saat tak menyenangkan itu, pendekatan keimanan pun jangan lupa untuk dilakukan.

"Tetap perlu untuk kita tingkatkan keimanan pada saat seperti ini, perlu dimensi kebarokahan. Jangan selalu menyalahkan sebab akibat, menyalahlan alam, jangan hidup selalu menyandarkan teori begini, begini. Dengan meningkatkan keimanan, mudah-mudahan ada kebarokahan," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)