• KANAL BERITA

Buka Prodi Baru, UT Selalu Merespon Kebutuhan yang Berkembang di Masyarakat

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

 TANGERANG, suaramerdeka.com - Untuk membuka program studi (prodi) baru, Universitas Terbuka (UT) selalu berupaya untuk selalu merespon setiap kebutuhan yang berkembang di masyarakat, seperti membuka prodi S3 Manajemen dan Administrasi Publik.

"S2-nya kita ada Lingkungan dan S1 kita juga membuka Pariwisata dan Ekonomi Syariah. Bahkan kita juga sudah mengajukan prodi S2 Magister Pendidikan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tentu itu juga merespon adanya kebutuhan masyarakat," kata Rektor UT, Ojat Darojat di Kampus UT, Tangerang Selatan.

Saat ini, lanjut Ojat, untuk pembukaan prodi baru bisa ditempuh dengan cara berbeda dengan peraturan yang berlaku selama ini. "Kalau dulu kita memang punya, karena UT sebagai perguruan tinggi kategori Badan Layanan Umum (BLU) kita menunjukan prodi baru ke ditjen kelembagaan, dengan skema baru sangat memungkinkan UT tidak perlu lagi seperti itu, tapi kita bisa tempuh dengan skema yang disampaikan Mendikbud," jelasnya.

Ojat menyampaikan bahwa skema yang disampaikan pertama, dipersyaratkan perguruan tinggi yang akreditasi A dan B sekarang sudah boleh buka prodi baru. Dengan catatan mereka sudah lakukan kerja sama dengan 100 perguran tinggi top dunia, badan non profit dunia dan perusahaan/industri.

"Saya kira kita sekarang UT harus lebih loincah, bagaimana kita memanfaatkan atau merespon itu dan saya kira UT selama ini kan bisa hidup seperti ini karena ada kerja sama," tuturnya.

Menurutnya, UT dalam banyak hal telah resources sharing, untuk layanan belajar dengan mahasiswa, kita kerja sama dengan pihak lembaga-lembaga keuangan, institusi lain untuk deliver bahan ajar kita ke daerah termasuk juga dengan organisasi-organisasi level internasional karena UT bergaul sudah global.

"Baik regional ASEAN, asia dan global hal ini dibuktikan dgn kepercayaan level internasional ke UT. Jadi, memang saya kira UT sudah banyak kerja sama yang dirtintis dengan lembaga-lembaga internasional dan itu adalah lembaga non profit dan yang concern dengan PJJ," tambahnya.


(Prajtna Lydiasari/CN39/SM Network)