• KANAL BERITA

Kota Dikepung Banjir, Sistem Drainase Dievaluasi

TIDAK BERFUNGSI: Proyek pengendali banjir bernilai Rp 25 miliar ini tidak berfungsi jika sungai penuh. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
TIDAK BERFUNGSI: Proyek pengendali banjir bernilai Rp 25 miliar ini tidak berfungsi jika sungai penuh. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka.com – Pembak Jepara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal mengevaluasi sistem saluran menyusul banjir di beberapa titik yang mengepung Kota Jepara pada Sabtu (25/1) malam.

Kepala Dinas PUPR Arif Bachtiar akan mengevaluasi semua sistem drainase di Kabupaten Jepara, lantaran banjir pada Sabtu malam hampir merata. ''Banjir Sabtu malam merata intensitas hujan tinggi sejak Sabtu pagi. Jadi kami evaluasi sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang,'' kata Arif, Senin (27/1).

Menurutnya, banyak drainase kehilangan fungsinya karena menyempit atau tertutup tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan normalisasi agar kembali berfungsi maksimal.

Khusus banjir di Kota Jepara, Arif mengaku sebenarnya terjadi tahunan. Hanya saja, curah hujan terlampau tinggi membuat air menggenangi sampai ke permukiman, termasuk ke Pendapa Alit rumah dinas wakil Bupati Jepara.

Curah hujan yang tinggi juga membuat genangan air di sejumlah tempat. Genangan air ini tidak bisa terbuang ke Kali Wiso dan Kali Kanal karena muka kedua sungai sudah tinggi. Bahkan, air sungai malah masuk ke wilayah kota melalui saluran pembuangan.

''Kali Wiso dan Kali Kanal sudah penuh, jadi tidak bisa air dari gorong-gorong masuk kali. Genangan air di kota Jepara surut saat muka aliran sungai kanal dan wiso mulai menurun terhitung sekitar lima jam,'' tuturnya.

Menurutnya, masalah pembuangan genangan air di Kota Jepara, saat hujan deras dan banjir sebenarnya sudah dicarikan solusi melalui proyek pengendali Banjir oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana 2019.

Namun, tiga pompa pengendali banjir belum dapat difungsikan, karena masih dalam tahap penyelesaian. ''Rencana dari BBWS, Febuari baru siap difungsikan,'' katanya.

Sistem kerja pengendali banjir ini adalah jika kota ada genangan, melalui saluran pembuang dipompa ke Kali Wiso oleh tiga pompa. Volume dan debit air dikendalikan lagi di Bendungan Bapangan.

Jika air Kali Wiso Penuh, air akan disalurkan ke Kali Kanal dan Sungai di sepanjangan Jalan Ki Mangun Sarkoro. Namun, saat curah hujan sangat tinggi dan seluruh sungai penuh, maka pembuangan air belum bisa dilakukan.

''Kalau Kali Wiso dan Kanal penuh, tentu pembuangannya tidak bisa. Tapi itu hanya terjadi saat curah hujan benar-benar tinggi dan lama,'' tuturnya.


(Septina Nafiyanti/CN39/SM Network)