• KANAL BERITA

BPJAMSOSTEK Siapkan Program Masuk Pasar Tradisional

SAMPAIKAN PAPARAN: Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Ungaran, Muslih Hikmat didampingi seluruh kepala bidang menyampaikan paparan terkait capaian kinerja 2019 dan rencana kerja 2020 ketika Media Gathering di Sekolah Sungai Sengkarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
SAMPAIKAN PAPARAN: Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Ungaran, Muslih Hikmat didampingi seluruh kepala bidang menyampaikan paparan terkait capaian kinerja 2019 dan rencana kerja 2020 ketika Media Gathering di Sekolah Sungai Sengkarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Ungaran telah menyiapkan program khusus untuk pedagang pada lima pasar tradisional di Kabupaten Semarang.

Keterangan itu disampaikan Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Ungaran, Muslih Hikmat, ketika Media Gathering di Sekolah Sungai Sengkarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1) siang.

Muslih mengatakan, belum lama ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang untuk membahas rencana tadi.

“Paling lambat Maret 2020 mendatang, ada lima pasar tradisional besar yang kita bidik selain mencanangkan tiga Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di tiga desa,” katanya.

Diantaranya Pasar Babadan, Karangjati, Sumowono, Projo Ambarawa, dan Pasar Kembangsari Tengaran. Dari masing-masing pasar tradisional ini, pihaknya menargetkan bisa memperoleh minimal 3.000 peserta BPJAMSOSTEK bukan penerima upah (BPU) baru.

“Untuk efektivitas sosialisasi serta membantu pembayaran iuran kepersertaan, kami hendak melibatkan agen penggerak jaminan sosial atau perisai,” imbuhnya.

Sejauh ini, ia melanjutkan, sudah ada 26 agen perisai yang tersebar memberikan pelayanan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Jumlah tersebut, memang masih perlu ditambah untuk percepatan layanan di masyarakat khususnya kepada calon peserta BPU yang belum terkover layanan Program BPJAMSOSTEK.

“Di Kabupaten Semarang ada 208 desa, nah agen perisai mestinya juga melibatkan komunitas yang ada. Misalnya komunitas guru, pedagang, bahkan tokoh masyarakat sehingga sosialisasi ajakannya lebih persuasif dan gampang,” ucapnya.

Data yang dihimpun dari BPJAMSOSTEK Cabang Ungaran menyebutkan, penerimaan iuran selama 2019 tercatat ada Rp 355.412.668.013,41 dari target Rp 329.020.075.775,30.

Sejalan dengan itu, mulai tahun ini BPJAMSOSTEK juga menaikkan manfaat meski iurannya tidak naik sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019. Dimana yang dirasa cukup signifikan adalah besaran santunan jaminan kematian, dari sebelumnya Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta.

“Mulai besok sudah ada sosialisasi, biar seluruh masyarakat paham. Dari catatan kami, pekerja penerima upah di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga sekitar 97 persen sudah menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” terangnya.

Demikian halnya dengan tingkat kepatuhan dari sektor penerima upah, Muslih memaparkan, terpantau sudah taat. Tinggal sektor BPU, yang perlu digenjot ekstra karena masih banyak usaha mikro dan usaha rumahan yang belum tersentuh program BPJAMSOSTEK.

“Baru terlaksana di 128 UMKM, padahal UMKM khususnya di Kabupaten Semarang ada sekitar 3.000 UMKM. Kalau setiap UMKM memiliki tenaga kerja minimal tiga orang, sudah 9.000 tenaga kerja yang harus kita lindungi,” tegas dia.


(Ranin Agung/CN39/SM Network)