• KANAL BERITA

Masyarakat Bisa Buka Bisnis Stasiun Listrik

ISI DAYA: Salah satu mobil Hybrid besutan Toyota diuji coba mengisi daya di SPKLU saat diresmikan, di Kantor PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)  Kota Semarang, Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. (SM/Diaz A Abidin)
ISI DAYA: Salah satu mobil Hybrid besutan Toyota diuji coba mengisi daya di SPKLU saat diresmikan, di Kantor PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Semarang, Jalan Pemuda beberapa waktu lalu. (SM/Diaz A Abidin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masyarakat diharapkan bisa membuka stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sebagai bisnis di kemudian hari. Sehingga dapat dimanfaatkan pengemudi untuk mengisi daya kendaraanya, laiknya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, belum lama ini. Untuk sementara ini baru ada satu SPKLU yang baru dibuka di Jawa Tengah. Lokasinya berada di Kantor PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3)  Semarang, Jalan Pemuda.

“Kendaraan listrik ini kendaraan masa depan. Fasilitas SPKLU harus siap. Nah setelah SPKLU (milik PT PLN) ini, sempga masyarakat ke depan juga bisa memiliki. Jualan listrik dengan SPKLU,” katanya.

Untuk itu, pihaknya berharap PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah-DIY khususnya bisa memfasilitasi ke arah tersebut. Mulai dari rencana ke depan hingga realisasinya.

Mengingat, semakin bertumbuhnya penduduk, dan kebutuhannya yang tak terpisahkan dari energi listrik. Begitupun dengan tren kendaraan listrik.

“Kita ini sedang bersiap-siap untuk masa depan (tren kendaraan listrik). Mulai disiapkan semua fasilitasnya regulasinya,” katanya.

“Masyarakat mulai menuju akan kehidupan yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi dari energi fosil. Mulai beralih ke listrik,” lanjutnya.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY, Feby Joko Priharto, menerangkan, gaya hidup elektrifikasi sudah tak bisa dilepaskan. Pihaknya membuka diri akan saran memuka bisnis SPKLU oleh masyarakat.

“Perkiraannya ke depan bila sudah dikenakan biaya, berkisar Rp 1.600 per Kwh. Kendaraan tentunya akan lebih irit dibandiingkan biaya menggunakan BBM. Semakin banyak pengguna kendaraan listrik semakin baik. Saat ini baru ada satu SPKLU di Jawa Tengah. Selanjutnya bila trennya (pengguna kendaraan listrik) bagu, mungkin masyarakat bisa buka SPKLU,” katanya.


(Diaz Abidin/CN34/SM Network)