• KANAL BERITA

Aktif Menjalin Komunikasi

Lurah Trimulyo

Lurah Trimulyo, Catarina Nevy Herawati. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
Lurah Trimulyo, Catarina Nevy Herawati. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

TIDAK dipungkiri, kawasan Trimulyo, Kecamatan Genuk dahulunya tak lepas dari rob maupun banjir. Perlahan kelurahan itu mulai bebas dari langganan banjir, meskipun bisa dikatakan belum seluruhnya. "Dulu daerah rob dan banjir, sekarang sudah terbantu dengan pompa. Walaupun belum semuanya berfungsi optimal, jadi sebagian wilayah masih tergenang," kata Lurah Trimulyo, Catarina Nevy Herawati di kantor kelurahan tersebut, Kecamatan Genuk.

Wanita yang akrab disapa dengan Nevy itu memang belum lama menjadi Lurah Trimulyo. Namun, baginya tak memerlukan waktu lama untuk menyesuaikan dan berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW setempat, termasuk tokoh masyarakat. "Yang penting menjalin komunikasi dengan baik, agar semua permasalahan bisa lebih mudah tertangani atau teratasi. Kebetulan respon masyarakat juga cukup baik. Kami ingin bergerak bersama untuk membangun wilayah," ujarnya.

Yang perlu diapresiasi dan dicontoh di kelurahan ini adalah keberadaan komunitas cepat tanggap. Kelompok itu fokus pada kegiatan sosial dan aktif dalam penanganan bencana. Nevy mengakui kesadaran warganya untuk saling membantu cukup tinggi. Kehadiran komunitas cepat tanggap dinilai sangat membantu serta banyak memberikan kontribusi positif.

"Tidak hanya ketika ada bencana. Mereka juga kerap memberikan bantuan, salah satunya berupa sembako. Mulai dari anak yatim, lansia hingga warga tidak mampu," imbuhnya.

Kelurahan ini dihuni sekitar 3.700 penduduk dengan 4 RW dan 20 RT. Nevy dikenal warganya cukup aktif dalam berbagai kegiatan, baik yang sifatnya rutin maupun yang insidental. "Kegiatan di tempat kami rutin berjalan, seperti kerja bakti, kegiatan posyandu, rapat RW dan pertemuan PKK. Biasanya dilakukan akhir pekan dan saya sempatkan untuk datang," tuturnya.

Trimulyo sebetulnya memiliki kampung tematik makanan olahan ikan. Jenis makanan yang diproduksi di antaranya tahu bakso ikan, abon ikan, roti ikan dan lainnya.
Menurut dia, keberadaan kampung tematik di wilayahnya perlu ditata ulang. Para pelaku UMKM di sana juga masih memerlukan pendampingan dan pengarahan, baik dari segi produk maupun strategi pemasaran.

Nevy lahir di Semarang, 17 November 1966 dan kini tinggal di Pedurungan. Resmi diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pada 1987 lalu. Awal kali dinas, ditempatkan di Dinas Sosial dari 1987 hingga 2001.

Setelah kurang lebih 14 tahun di sana, Nevy lantas ditempatkan di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk selama 16 tahun (2001-2017). Di kelurahan tersebut, dia ditugaskan sebagai Kasi Kesos hingga Kasi Pemerintahan. "Setelah dari Gebangsari, ditempatkan di Genuksari sebagai Sekretaris Lurah. Mulai September 2019, resmi diangkat menjadi Lurah Trimulyo sampai sekarang," sebutnya.


(Eko Fataip/CN26/SM Network)