• KANAL BERITA

Dua Pasien Diisolasi di RS Hasan Sadikin

Salah Satunya WN Tiongkok

Dirut RS Hasan Sadikin, Nina Susana Dewi saat memberikan keterangan, Senin (27/1). (suaramerdeka.com/Setiady Dwi)
Dirut RS Hasan Sadikin, Nina Susana Dewi saat memberikan keterangan, Senin (27/1). (suaramerdeka.com/Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Di tengah sorotan gencar terhadap penyebaran virus corona, RS Hasan Sadikin Bandung mengisolasi dua pasien di Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning. Apakah keduanya terjangkit virus asal Wuhan, masih menunggu hasil pengujian lab oleh Balitbang Kemenkes terhadap sample yang diambil.

"Berdasarkan hasil observasi, satu pasien mengalami inspeksi saluran pernafasan atas akut sedangkan satunya lagi inspeksi saluran pernafasan bawah akut," kata Dirut RS Hasan Sadikin, Nina Susana Dewi saat memberikan keterangan, Senin (27/1).

Langkah isolasi dilakukan karena pasien pertama yang merupakan WN Tiongkok pada pertengahan bulan Januari lalu baru tiba dari Sichuan, berjarak 1.300 Km dari Wuhan. Satu pasien lainnya, WNI asal Dago Bandung diketahui sempat berpergian ke Singapura. Keduanya merupakan pasien rujukan RS lainnya di sekitar Bandung.

Mereka diangkut ke RSHS pada Minggu (26/1). Khusus WN Tiongkok, Tim Infeksi Khusus menyebut bahwa kesadarannya cukup baik, suhu badan pun cenderung normal setelah sempat dinyatakan mengalami panas. Pengisolasian itu sebagai langkah antisipasi atas kekhawatiran pasien mempunyai riwayat kontak saat berada di Tiongkok.

"Untuk pasien kedua, saat datang, kondisinya tak sadar, batuk, panas badan. Berdasarkan pemeriksaan, kemungkinan adanya infeksi paru, kita pasang alat bantu, kondisi stabil namun ada perburukan," tandas Nina.

Keduanya terus dalam pengawasan berlanjut mengingat RSHS dalam kondisi siaga atas perkembangan virus corona. Nina pun meminta masyarakat tetap tenang dan tak termakan kabar tak bertanggung jawab sehingga menjadi resah. Ditegaskan, penanganan pasien dilakukan dalam standar global.

Terhadap keluarga pasien, belum pula perlu dilakukan perlakuan khusus. Langkah itu tergantung kepada hasil pengujian Balitbang Kemenkes dalam tempo 24 jam. Kepada masyarakat luas diharapkan bisa menjaga hidup sehat seperti cuci tangan secara benar.

Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS, Anggraeni Alam menambahkan bahwa seorang pasien disebut sebagai suspect terinfeksi virus tersebut setelah menunjukan sejumlah gejala seperti influenza, demam lebih dari 38 derajat, batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas plus riwayat berpergian ke Wuhan, Tiongkok.

"Apabila menemukan satu pasien dengan tanda dan gejala respiratory bawah yang cepat sekali perburukan, dan kita sudah cari penyebab lain tak ketemu, kita harus menduga harus diperiksakan sebagai novel corona virus. Kita sendiri masih observasi, terhadap kedua pasien tersebut," tandasnya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)