• KANAL BERITA

Anggota DPR RI: Penghentian Tenaga Honorer untuk Menolong K II

Tenaga honorer menggeruduk rumah Paryono mempertanyakan nasibnya. (suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)
Tenaga honorer menggeruduk rumah Paryono mempertanyakan nasibnya. (suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Merasa nasibnya semakin tidak menentu selama ini, dengan janji-janji pemerintah, puluhan anggota tenaga honorer dari Jatim dan Jateng, antara lain dari Semarang, Karanganyar, Grobogan, Blora, Pekalongan, Ngawi, Magetan dan Ponorogo, mereka menggeruduk rumah anggota Komisi II DPR RI, Paryono, di Karanganyar, akhir pekan lalu.

Dian, salah seorang tenaga honorer mengatakan, dia sebetulnya sudah mengirim surat dan pesan untuk bertemu dan audiensi dengan Komisi II DPR, namun belum mendapatkan jawaban. Karena itu begitu mendengar anggota Komisi II DPR Paryono pulang kampung, dia mengontak rekannya dan sepakat mendatangi rumahnya. Jadilah sekitar 75 orang tenaga honorer berkumpul di rumah anggota Komisi II itu.

‘’Saya mewakili teman-teman tenaga honorer merasa menjadi semakin ngenes nasib kami, setelah ada pernyataan Komisi II dan Kemen PANRB akan menghapus tenaga honorer itu. Lalu kami ini mau dikemanakan, bagaimana nasib kami,  sudah mengabdi puluhan tahun, umur kami bahkan mendekati pensiun, kok malah mau dibuang,’’ kata dia.

Hal yang sama dikemukakan Marsudi dari Kabupaten Semarang. Dia merasa pernyataan itu menohok, tenaga mereka selama ini dimanfaatkan untuk menambal kekosongan di berbagai sekolah dan instansi, giliran tidak digunakan, dibuang begitu saja.

‘’Kami sangat tahu kondisi Pemda dan daerah seluruh Indonesia, betapa mereka butuh sekali keberadaan kami tenaga honorer. Mbok kami diperhatikan, katanya negara ini kaya, kok seperti ini, sejak 2005 dan sebelumnya, hanya dijanjikan saja,’’ kata dia.

Paryono yang akhirnya menerima seluruh perwakilan tenaga honorer itu menguraikan, terjadi kesalahan informasi yang berkembang di masyarakat. Komisi II DPR sebetulnya bermaksud menolong tenaga honorer agar bisa lebih baik. Penghentian tenaga honorer itu untuk menolong tenaga K II.

“Kami ada 50-an anggota Komisi II, lima di antaranya dari Jateng, mencoba mendesak pemerintah memperhatikan nasib tenaga honorer kategori K II, yang sekarang ini jumlahnya ada 490.000-an. Nah ini yang diperjuangkan DPR agar diangkat menjadi PNS secara bertahap minimal dalam lima tahun ini,’’ katanya.


(Joko Dwi Hastanto/CN40/SM Network)