• KANAL BERITA

Perusahaan Transportasi Online Ini Punya Tim Reaksi Cepat

Cegah Ancaman Keselamatan di Jalan Raya

KESEPAKATAN: Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia dan Koordinator Sekretariat Nasional Forum Pengada Layanan Veni Siregar menunjukkan nota MOU antara kedua pihak disaksikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria disela Program Safety Roadshow Grab Indonesia di Jogja (24/1). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
KESEPAKATAN: Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia dan Koordinator Sekretariat Nasional Forum Pengada Layanan Veni Siregar menunjukkan nota MOU antara kedua pihak disaksikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria disela Program Safety Roadshow Grab Indonesia di Jogja (24/1). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Ancamanan keselamatan di jalan raya baik terhadap penumpang dan pengemudi transportasi online menjadi hal yang selalu dikhawatirkan terjadi. Maka dari itu, salah satu operator transportasi daring di Tanah Air, Grab Indonesia, memiliki tim reaksi cepat untuk meminimalisasi ancaman itu muncul.

"Insiden yang paling umum adalah kecelakaan lalu lintas karena resikonya memang tinggi di jalan. Lalu adanya ancaman kriminalitas di jalan juga kerap terjadi. Maka dua hal itu harus dikelola dengan baik, salah satunya bagaimana kalau terjadi hal itu kami bisa lakukan tindakan cepat. Caranya, kami kirimkan tim reaksi cepat dan satgas melalui tombol SOS yang ada di aplikasi" papar Head of platform Safety Grab Indonesia Mochammad Fajar Wibowo.

Ditemui saat acara Safety Roadshow Grab Indonesia di Jogja akhir pekan lalu (24/1), Fajar mengatakan, tim reaksi cepat yang sejatinya berasal dari para driver mitra Grab, nanti sekitar maksimal 60 menit sudah tiba di lokasi kejadian sesuai yang dilaporkan. 

"Ketika ada laporan misalnya kecelakaan maka yang meluncur ke lokasi adalah tim reaksi cepat kami. Sementara kalau ada kriminalitas maka laporannya langsung terkoneksi ke pihak kepolisian," tutur dia.

Sejumlah kota di Indonesia, sudah memiliki tim reaksi cepat ini. Di Jogja, yang dijadikan pilot project berada di Kecamatan Depok, Sleman dengan tingkat kepadatan lalu lintas dan volume penggunaan transportasi online yang dinilai sudah sangat pesat.

"Ancaman keselamatan lainnya seperti kekerasan seksual. Fitur di aplikasi kami ini bisa lebih pada memberikan efek jera karena masyarakat bisa tahu bahwa perjalanannya termonitor dengan adanya catatan perjalanan," jelasnya.

Jogja sendiri merupakan kota keenam di Indonesia dalam program Safety Roadshow Grab ini, dengan sebelumnya menyambangi Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, dan Palembang. Adapun fitur yang ditampilkan dalam Safety Roadshow Yogyakarta ini adalah bagian dari Roadmap Teknologi Keselamatan yang diluncurkan akhir 2018 lalu. Tujuannya untuk mencapai angka kecelakaan “nol insiden”, yang bisa terwujud dengan cara mengantisipasi berbagai hal yang berpotensi memicu terjadinya insiden. 

"Kami terus mempertahankan prestasi sebagai perusahan aplikasi serba bisa dengan standar keamanan tinggi di Indonesia, dan sejalan dengan misi 2025 GrabforGood untuk terus memberikan akses transportasi yang aman untuk masyarakat," sambung Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.

Dia menambahkan, saaat ini di DIY, baik mitra pengemudi maupun penumpang akan merasa lebih aman dalam perjalanan berkat fitur terbaru berupa Safety Center dan Share My Ride, yaitu pemantauan perjalanan bagi penumpang dan mitra pengemudi. 

"Grab juga melakukan psikotes dalam proses perekrutan mitra pengemudi GrabCar, dengan tujuan meningkatkan kualitas para mitra pengemudi," tandas dia.


(Gading Persada /CN39/SM Network)