• KANAL BERITA

Aplikasi Sentuh Tanahku Mudahkan Masyarakat Urus Pertanahan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Kota Semarang Sigit Rahmawan Adhi menunjukkan aplikasi Sentuh Tanahku, di ruang kerjanya. (suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Kota Semarang Sigit Rahmawan Adhi menunjukkan aplikasi Sentuh Tanahku, di ruang kerjanya. (suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bagi warga masyarakat yang sedang melakukan pengurusan tanah, kini lebih dimudahkan dengan aplikasi Sentuh Tanahku yang diluncurkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Kota Semarang Sigit Rahmawan Adhi menyatakan, aplikasi Sentuh Tanahku ini bisa sebagai alat mendapatkan informasi bagi masyarakat yang sedang melakukan pengurusan dokumen pertanahan.

"Kalau dulu, warga masyarakat yang ingin menanyakan informasi proses pelayanan pengurusan dokumen pertanahan harus datang ke kantor pertanahan setempat. Sekarang hanya melalui gadget," kata Sigit di ruang kerjanya, belum lama ini.

Masyarakat yang sudah mendaftarkan layanan pertanahan yang diinginkan akan mendapat kwitansi atau dokumen penerimaan berkas. Dalam setiap dokumen atau berkas disematkan barcode yang bisa dipindai dengan ponsel di mana telah terinstall aplikasi Sentuh Tanahku.

"Nanti akan muncul, informasi proses layanan yang diinginkan sampai pada bagian apa. Apakah masih administrasi, pengukuran sampah atau sudah selesai," tambahnya.

Cara lain untuk melihat informasi layanan pertanahan, apakah berkas permohonan dari masyarakat sudah diproses atau belum dengan masuk ke pilihan Info Berkas. Masyarakat yang mendapatkan tanda bukti penerimaan berkas, bisa memasukkan nomor dan tanggal yang tertera pada tanda bukti tersebut lalu bisa melihat informasi tahapan berkas yang dimasukkan.

"Akan terlihat siapa yang mengajukan permohonan, besaran biayanya, berapa biayanya dan di mana harus membayar. Sekarang, semuanya lebih transparan, mudah dan cepat," tambah Sigit.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga bisa memasukkan data tanah berikut lokasinya jika belum terdaftar di bank data pertanahan melalui opsi Plot Bidang Tanah. Mulai dari kantor pertanahan di mana sertipikat itu diterbitkan, desa/kelurahan di mana letak tanah itu berada, jenis hak, nomor hak sertipikat, foto sertifikat dan koordinat titik tanah milik warga yang bersangkutan.

"Untuk opsi Info Sertipikat, hanya akun yang sudah terverifikasi NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan untuk melakukan verifikasi harus datang ke kantor pertanahan setempat," katanya.

Masyarakat juga dapat melihat informasi bidang tanah melalui opsi Lokasi Bidang Tanah, sehingga dapat mengetahui letak pasti tanah tersebut. Sedangkan untuk opsi Info Layanan pada aplikasi sentuh tanahku, akan menampilkan semua informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam pengurusan pertanahan.

"Misal masyarakat ingin melakukan Roya, mulai dari syarat sampai berapa biayanya bisa dilihat," tambah Sigit.

Untuk ke depannya layanan BPN dalam bentuk elektronik, selain mengikuti perkembangan zaman juga tuntutan dari ADB mengenai easy of doing business di mana Indonesia baru berada pada peringkat 109 sedangkan Singapura pada peringkat ke-2 dan Malaysia pada peringkat 20.

 


(Puthut Ami Luhur/CN39/SM Network)