• KANAL BERITA

Jateng Tuan Rumah Munas JSIT Indonesia 2021

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

MAGELANG, suaramerdeka.com - Sigit Cahyantoro, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Sabtu (25/1) menginformasikan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) JSIT Indonesia kelima pada tahun 2021 akan digelar di Jawa Tengah. Hal itu berdasarkan hasil Rakornas JSIT Indonesia yang digelar di Jakarta bulan Desember 2019 lalu yang memberikan amanah kepada JSIT Jateng sebagai tuan rumah.

Sigit Cahyantoro mengatakan ini merupakan sebuah amanah yang berat, namun dengan mengharap ridho dan pertolongan dari Allah insya Allah kami siap untuk amanah tersebut. Diperkirakan peserta yang akan menghadiri Munas kelima nanti lebih dari 3.500 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini adalah amanah yang berat. Namun dengan bermodal keyakinan dan SDM yang solid insya Allah JSIT Jateng siap untuk melaksanakan event besar JSIT Indonesia ini. Dua kota yang memungkinkan untuk menggelar perhelatan akbar ini adalah Kota Semarang dan Kota Solo,” kata Sigit Cahyantoro.

Eka Muliyanto, Ketua JSIT Korda Semarang mengatakan memang di Kota Semarang ada beberapa hotel yang bisa menampung peserta hingga ribuan. Akses transportasi udara, laut, dan darat juga memadai. Namun kami belum bisa membayangkan bagaimana menyambut ribuan tamu dari seluruh Indonesia dalam agenda besar tersebut.

“Memang di Kota Semarang ada beberapa hotel yang bisa menampung ribuan peserta. Akses transportasi juga ada. Namun kami belum berani menyatakan siap seratus persen untuk ketempatan acara skala nasional tersebut. Perlu penjajagan dan koordinasi tersebut,” kata Eka.

Sama halnya yang disampaikan oleh, Zaenal Abidin, Ketua JSIT Korda Solo. Ia mengatakan di Solo kesulitan untuk menemukan tempat yang bisa menampung ribuan orang, kecuali di tempat terbuka, seperti stadion. Jadi, dari Solo juga belum berani menyatakan bersedia. Namun apapun nanti keputusan dari pengurus, kami siap melaksanakannya.

“Di Solo juga kesulitan menemukan tempat yang bisa menampung ribuan orang, kecuali tempat terbuka seperti stadion. Tentu hal itu tidak memungkinkan. Tapi, apapun nanti keputusan dari pengurus, kami siap melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Zaenal.

Dari paparan dua Ketua Korda tersebut, Athoilah dan Kusdiharno, Pengurus JSIT Jateng yang lain memberikan usulan kolaboratif. Bagaimana kalau dua Kota besar di Jawa Tengah tersebut menjadi tempat diselenggarakannya Munas. Kota Semarang menjadi tempat pelaksanaan pembukaan dan Inti acara Munas serta tempat kedatangan para peserta utamanya dari luar Jawa. Sedangkan Kota Solo sebagai tempat wisata bagi para peserta dan tempat kepulangan peserta.

“Bagaimana kalau Kota Semarang dan Kota Solo, semuanya menjadi tempat terselenggarakannya kegiatan Muna. Semarang untuk acara inti, Solo untuk wisata dan tempat beli oleh-olehnya,” kata Athoilah.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)