• KANAL BERITA

Ketua ICMI Jateng: Islam Rahmatan Lil'Alamin Tidak Menebarkan Kebencian

Pengurus ICMI Korda Karanganyar dilantik Ketua ICMI Jateng Prif Suradi Widjaja Saputra. (suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)
Pengurus ICMI Korda Karanganyar dilantik Ketua ICMI Jateng Prif Suradi Widjaja Saputra. (suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Bukan Islam rahmatan lil ‘alamin, jika penampilannya, casingnya sudah membikin takut, menakutkan bagi siapapun, yang ada di dalam maupun di luar Islam. Islam yang baik, adalah yang menebarkan kebaikan, bukan kebencian, apalagi caci maki.

Hal itu dikemukakan Prof DR Suradi Widjaja Saputra, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Jateng, saat melantik pengurus ICMI Korda Karanganyar di pendapa rumah dinas Bupati Karanganyar, Jumat malam. 90 orang lebih pengurus ICMI Karanganyar diketuai DR Kadi Sukarno dan Sekretaris umum Prihanto.

Sedangkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, ICMI lahir di saat umat Islam sudah merasa judeg dengan penampilan Islam di masa Orde Baru, yang terus dianggap sebagai sumber masalah bahaya laten, bersama komunis.

Dengan tampilnya ICMI diketuai Prof Habibi yang peduli dengan Islam yang bukan primordial dan lebih mengedepankan ke-Indonesiaan, maka Islam mulai bisa diterima dan masuk di level pemerintahan. Orang tidak takut lagi mengaku Islam, karena Islam sudah berubah petanya menjadi Indonesia.

Prof Suradi mengatakan, ada tiga ciri keislaman yang harus dikedepankan. Pertama Islam yang tampil sebagai khalifah. Manusia itu diciptakan sebagai penguasa bumi. Karena itu setiap tindaknya mesti berdampak baik bagi lingkungannya.

‘’Sebagai khalifah maka harus dipikirkan, yang pertama dan utama adalah kemanfaatannya pada lingkungan sekitarnya harus baik. Karena itulah Islam harus tampil memberi manfaat pada semuanya, pada sekitarnya,’’ kata dia.

Kedua orang Islam diciptakan semata-mata untuk beribadah. Tidak diciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah pada-Ku, demikian firman Allan. Karena itu setiap tindakan harus berdimensi rohaniah, semata-mata hanya karena Allah saja.

Ketiga adalah Islam rahmatan lil ‘alamin. Dimensi yang harus ada dan dipegang teguh, bahwa Islam adalah rahmat. Keberadaannya membawa kedamaian, menebar kesejukan, dan bermanfaat untuk kedamaian semua umat manusia dan alam semesta.

Musuh Bersama

‘’Karena itu jika penampilannya menakutkan, membawa kebencian, menebar kebohongan, pasti bukan rahmatan lil ‘alamin, dan bukan sebuah sikap keIslaman yang betul. Perlu dikoreksi agar kembali kepada jati diri keIslaman yang betul,’’ kata dia.

Suradi mengatakan, kemiskinan saat ini menjadi musuh utama yang harus diberantas. Dan itu harus dipikirkan dan menjadi salah satu program ICMI ke depan, dalam berkontribusi pada negeri ini, karena sebagai cendekiawan, pemikiran dan tindakannya ditunggu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono setuju, jika kemiskinan menjadi salah satu lahan amal yang memerlukan kecendekiawanan. Kiprah ICMI ditunggu. Seperti dakwah Nabi saat membeli sumur Yahudi untuk memberikan air gratis pada siapapun pemilik ternak di Madinah, maka justru tindakan itulah yang menjadikan Islam menebar rahmat dan mendapatangkan simpati dari semua. Karena itu.

Karanganyar sudah mencoba itu. Mulai Februari, pendekatan untuk mengatasi kemiskinan dilakukan perorang, sehingga lebih mengena. Selain itu mencoba menggerakkan kebiasaan bersedekah dengan mengajak warga di RT untuk mengeluarkan zakat hanya Rp 50.000 saja. Bukan dibayari RT namun membiasakan bersedekah itu lebih penting.


(Joko Dwi Hastanto/CN40/SM Network)