• KANAL BERITA

Teten Masduki Buka Muswil 1 Gema PS DPW Jateng di Kendal

Teten meninjau hasil pertanian dan produk UMKM warga desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kendal. (suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)
Teten meninjau hasil pertanian dan produk UMKM warga desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kendal. (suaramerdeka.com/Hanief Sailendra)

KENDAL, suaramerdeka.com - Rangkaian kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, di Kabupaten Kendal pada hari kedua dengan agenda mengunjungi Dusun Tanjung, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Sabtu (25/1).

Bersama rombongan yang terdiri dari Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perwakilan Kementerian Pertanian, Perwakilan Kementerian Keuangan dan juga Perwakilan dari Perbankan.

Baca juga: Penjualan Pupuk Bisa Diakses Melalui Katalog Elektronik

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kendal, Mirna Annisa, Dandim 0715 Kendal, Sejumlah OPD, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Perwakilan dari beberapa daerah di Jawa Tengah, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan ini, Teten Masduki membuka Musyawarah Wilayah ke-1 Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia Jawa Tengah, yang mengambil tema: Kontribusi Perhutanan Sosial Pada Ekonomi Kerakyatan Pemulihan Hutan, Penanganan Perubahan Iklim.

Teten dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk membentuk Koperasi yang berproduksi dan Pemberdayaan koperasi di desa-desa akan terus digalakkan. Teten juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjerat dengan praktek rentenir.

Foto: suaramerdeka.com/Hanief Sailendra
Foto: suaramerdeka.com/Hanief Sailendra

Menurutnya saat ini dan kedepan tidak boleh lagi ada koperasi yang berpraktik menjadi rentenir, dan akan menindak tegas koperasi yang berpraktik seperti rentenir.

''Itu pasti kami tindak,'' ucap Teten tegas.

Lebih lanjut Teten mengatakan, Presiden Jokowi sudah menugaskan dirinya agar UMKM bisa mengambil peran lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. Pasalnya, selama ini, pertumbuhan UMKM di Indonesia masih terbilang sangat rendah.

"Banyak faktor mengapa UMKM sulit berkembang. Di antaranya, UMKM kita tidak terintegrasi terhadap rantai pasokan. Oleh karena itu, kami dan pemerintah daerah setempat akan mendorong UMKM untuk masuk ke pasar global,” tambah Teten.

Di sisi lain, produk UMKM juga harus ditingkatkan kualitas dan daya saingnya. Sebab saat ini produk impor sudah membanjiri pasar domestik dan punya harga kompetitif.

Teten berharap konsolidasi program antar kementerian dan pemerintah daerah melalui dinas terkait, akan diarahkan pada konsolidasi pembiayaan agar terarah untuk sektor produksi dan unggulan.

"Selain itu, UMKM juga harus kita konsolidasikan ke arah berbasis nilai komoditi. Kita banyak memiliki kekayaan sumber daya alam hayati. Saya berharap UMKM tidak melulu main di pasar lokal,” ujarnya.

Menurut Teten, Indonesia memiliki banyak potensi produk untuk pasar ekspor yang berbahan baku lokal, seperti komoditi pertanian, komoditi hasil laut, komoditi perkebunan dan komoditi furniture.

"Saya tidak mau lagi ada koperasi abal-abal. Saya ingin koperasi yang berproduksi, bisa tanam apa saja yang menghasilkan, demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya, diiringi tepuk tangan hadirin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


(Hanief Sailendra/CN40/SM Network)