• KANAL BERITA

Nilai Ekspor Tinggi, Petani Pati Ramai-ramai Tanam Porang

TANAM PORANG: Bupati Pati dan sejumlah pejabat saat melakukan penanaman porang bersama. (suaramerdeka.com / dok)
TANAM PORANG: Bupati Pati dan sejumlah pejabat saat melakukan penanaman porang bersama. (suaramerdeka.com / dok)

PATI, suaramerdeka.com – Petani Pati mulai melirik untuk mengembangkan dan membudi daya tanaman porang lantaran mengandung nilai ekspor tinggi. Bahkan Perhutani telah menyiapkan sedikitnya 700 hektare untuk mendukung langkah tersebut. Bupati Pati Haryanto bersama Asosiasi Petani Porang Pati (Asperati) menggelar penanaman porang bersama di Desa Karangsumber, Kecamatan Winong. Langkah itu menjadi bentuk memperkenalkan porang bagi warga Pati.

‘’Penanaman ini menjadi salah satu langkah dalam membantu Perhutani dalam pelestarian hutan. Karena porang bisa hidup di bawah naungan yang rimbun,’’ kata Bupati usai melakukan penanaman bersama.

Sementara itu Ketua Asperati, Luqman Saiful Hidayat mengatakan, permintaan porang cukup tinggi lantaran di luar negeri tanaman itu menjadi salah satu makanan pokok. Selain itu porang untuk bahan pembuatan lem perekat dan untuk pembuatan kapsul. ‘’Pangsa pasar dan nilai ekonomisnya sangat luar biasa karena permintaannya tinggi. Kami bahkan sudah mencoba masuk ke Eropa,’’ katanya.

Sekarang ini pengembangan budi daya porang di Pati bahkan hampir merata, seperti Sukolilo, Tambakromo, Gabus, Gembong, Tlogowungu, Dukuhseti, dan Gunungwungkal. Data dari asosiasinya sudah ada sekitar 300 hektare lahan ditanami porang. ‘’Buah porang bahkan bisa dipanen hingga dua kali. Jadi tentu sangat menguntungkan para petani,’’ katanya.

Pemkab berharap dalam kurun waktu 1,5 tahun Pati bisa menjadi salah satu daerah pengekspor porang. Terlebih sebelumnya Menteri Pertanian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memulai dengan melakukan ekspor perdana. ‘’Jadi anak muda tak perlu lagi jauh melancong. Mari bertani saja karena hasilnya tidak kalah saat merantau. Masyarakat juga bisa bergabung dengan asoisasi,’’ ujar Bupati.

Sementara itu Administratur KPH Pati Sukidi mengatakan, Perhutani ikut mendukung dengan menyediakan 700 hektare untuk siap ditanami. Wilayah itu tersebar di Winong 500 hektare, Pucakwangi 100 hektare, dan Tlogowungu 100 hektare. ‘’Kami terbantu dengan petani yang menanam porang. Tentunya hutan dapat terjaga sehingga tanaman perhutani tidak rusak. Ini menjadi bentuk pemanfaatan hutan,’’ kata Sukidi.


(Beni Dewa/CN26/SM Network)