• KANAL BERITA

BKUD Kab Semarang Siapkan Tiga Aplikasi Baru

Dongkrak Pendapatan Daerah

Foto: istimewa
Foto: istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang bakal menambah inovasi kinerja. Keterangan itu disampaikan Kepala BKUD Kabupaten Semarang, Abdullah Maskur, usai mendampingi Bupati Semarang Mundjirin menyaksikan penandatanganan pakta integritas pejabat struktural BKUD di Ungaran.

Abdullah Maskur melanjutkan, setidaknya ada tiga sistem informasi yang akan diterapkan guna meningkatkan pendapatan daerah. “Sudah disiapkan tiga sistem informasi untuk meningkatkan realisasi pendapatan daerah. Sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik,” katanya.

Adapun sistem informasi yang akan diterapkan BKUD tahun ini meliputi e-SPPT Pajak Bumi Bangunan (PBB), e-SPTPD pajak non PBB, dan e-BPHTB. Melalui aplikasi tadi, warga atau wajib pajak dapat mengetahui besaran pajak terhutang yang harus mereka dibayar. Khusus sistem informasi PBB daring, secara tidak langsung dapat mengatasi keluhan atau alasan warga yang kesulitan membayar pajak karena yang bersangkutan belum menerima SPPT yang tercetak manual.

Untuk penerapan e-BPHTB, nantinya hendak melibatkan Badan Pertanahan Kabupaten Semarang. Selain menyiapkan aplikasi baru, BKUD Kabupaten Semarang tahun ini juga akan  memasang sebanyak 45 unit alat baca transaksi di hotel, restoran, ataupun tempat wajib pajak lainnya. Dengan alat khusus tadi, Abdullah Maskur yakin nantinya dapat melihat detil besarnya perhitungan pajak dari transaksi terkena pajak yang dimiliki wajib pajak dan data milik BKUD.

Dengan beberapa inovasi itu, pihaknya berharap dapat mengoptimalkan realisasi pendapatan pajak daerah. Sebagaimana diketahui, 2020 ini, BKUD Kabupaten Semarang menargetkan pendapatan pajak daerah sebesar lebih dari Rp 203 miliar. “Alat tadi akan dipasang dan diintegrasikan dengan alat yang telah dimiliki wajib pajak. Sehingga nantinya dapat terhubung dan sistem berjalan lancar,” imbuh dia.

Dalam sambutannya, Bupati Semarang Mundjirin mengapresiasi program intensifikasi pendapatan pajak daerah yang akan dilakukan BKUD. Menurutnya, target yang telah ditentukan adalah angka minimal yang harus dipenuhi. “Melalui berbagai inovasi dan terobosan diharapkan realisasinya akan lebih meningkat,” kata Bupati Mundjirin.


(Ranin Agung/CN26/SM Network)