• KANAL BERITA

Baliho "Ambyar" Sapa Pengguna Jalur di Telukan

IMBAUAN GAUL : Imbauan bernuansa kekinian milik Satlantas Polres Sukoharjo terpasang di jalur Telukan-Sukoharjo, di selatan Kantor Bulog.
IMBAUAN GAUL : Imbauan bernuansa kekinian milik Satlantas Polres Sukoharjo terpasang di jalur Telukan-Sukoharjo, di selatan Kantor Bulog.

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Satlantas Polres Sukoharjo terus berupaya membuat sejumlah terobosan untuk menekan angka kecelakaan, khususnya di jalur rawan Telukan-Sukoharjo.

Yang terbaru, Satlantas memasang baliho ‘’ambyar’’ yang berisi imbauan dengan kata-kata bernuansa gaul dan kekinian, di selatan Bulog Telukan, Grogol.

Imbauan terlihat jelas dari tulisan di baliho itu.  "Cukup Atimu Sing Ambyar Awak lan Motormu Aja Nganti Melu Ambyar Ana Ndalan. Eling Ragat Rumah Sakit Yo Larang."

Dalam bahasa indonesia imbauan tersebut berarti  "Cukup Hatimu Yang Hancur, Badan dan Motormu Jangan Sampai Ikut Hancur di Jalan. Ingat Biaya Rumah Sakit Mahal."

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Marwanto menjelaskan, pemasangan imbauan bernuansa kekinian itu dilakukan untuk mengingatkan para pengguna jalan raya agar hati-hati dalam perjalanan. Pemilihan kata-katanya memang untuk menarik perhatian sekaligus mengikuti tren saat ini.

Jika hanya menggunakan imbauan datar-datar saja, biasanya diabaikan warga dan pengguna jalan. "Ini bagian dari strategi kami untuk mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jalan agar lebih berhati-hati. Karena itu kita mengambil istilah yang kekinian," jelas Kasatlantas.

Pihaknya berharap, dengan pemasangan imbauan tersebut masyarakat akan lebih hati-hati di jalan raya. Pihaknya mengakui, jalur yang dipasangi imbauan "ambyar" tersebut merupakan salah satu jalur rawan kecelakaan di Sukoharjo.

Terkait dengan angka kecelakaan, Kasatlantas mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya faktor kelalaian manusia atau pengendara. Salah satunya, pengendara tidak fokus saat di jalan raya karena menggunakan ponsel.

Pihaknya akan menindaktegas setiap pengendara motor atau mobil yang memainkan ponsel saat di jalan raya berpotensi menimbulkan kecelakaan. "Sosialisasi terus kami lakukan dengan harapan, masyarakat benar-benar sadar dan hati-hati," tandasnya.


(Heru Susilo/CN34/SM Network)