• KANAL BERITA

1.500 Warga Desa Jetis Terima Kartu Jamsostek

Kades Muharno Bagikan Kotak Celengan

KOTAK CELENGAN: Kepala Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Muharno SE sedang menunjukan kotak celengan yang akan dibagikan secara gratis kepada warga yang telah ikut Program BPJS Ketenagakerjaan. (suaramerdeka.com / Agus Sukaryanto)
KOTAK CELENGAN: Kepala Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Muharno SE sedang menunjukan kotak celengan yang akan dibagikan secara gratis kepada warga yang telah ikut Program BPJS Ketenagakerjaan. (suaramerdeka.com / Agus Sukaryanto)

CILACAP, suaramerdeka.com - Sebanyak 1.500 warga Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap resmi menjadi peserta Program Jamsostek. Penyerahan Kartu Jamsostek akan dilakukan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Cilacap di Balai Desa Jetis pada hari ini, Kamis (23/1).

Menurut Kepala Desa Jetis, Muharno SE, keikutsertaan warga pada Program Jamsostek bertujuan untuk memberi perlindungan kepada mereka. Sebab mereka memiliki pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi seperti nelayan, penderes nira kelapa, petani dan pedagang.

"Pada awalnya kami melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Cilacap. Kerja sama tersebut kemudian disosialisasikan kepada masyarakat. Bahkan saya ikut menyosialisasikan kerja sama tersebut dengan mendatangi rumah warga secara  door to door," kata Muharno, Rabu (22/1).

Setelah melalui proses sosialisasi yang cukup panjang, akhirnya sebanyak 1.500 warga Desa Jetis mendaftar menjadi peserta Program Jamsostek dengan dua jenis perlindungan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). "Pada tahap pertama ada 1.500 warga yang mendaftar Program Jamsostek. Mereka adalah warga Desa Jetis yang bekerja dengan tingkat risiko tinggi seperti nelayan, petani, pedagang dan penderes nira kelapa," kata Muharno.

Warga yang sudah mendaftar akan mendapatkan Kartu Jamsostek. Kartu tersebut akan diserahkan kepada warga di Balai Desa Jetis pada hari ini, Kamis (23/1). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 200 perwakilan warga. Setiap warga yang sudah menjadi peserta Program Jamsostek diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar Rp 16.800 per orang. Untuk memudahkan warga dalam membayar iuran, mereka diberi kotak yang diberi nama Kotak Celengan. Kotak tersebut dibagikan secara gratis.

"Pembuatan Kota Celengan ini murni ide saya. Kotak ini dibuat dengan memanfaatkan limbah kayu. Warga yang sudah menjadi peserta Program Jamsostek, setiap hari diharuskan menambung seribu rupiah di kotak tersebut," katanya.

Kalau sehari rutin menambung atau nyelengi Rp 1.000 maka sebulan akan terkumpul Rp 30.000. Dari uang Rp 30.000 tersebut yang Rp 16.800 digunakan untuk membayar iuran ke BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan sisanya yang Rp 13.200 untuk kas RT. Pembayaran iuran Program Jamsostek dapat dilakukan melalui Koperasi Mina Usaha atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mangun Praja Desa Jetis.

Menurut Muharno, program ini akan terus dikembangkan. Sebab jumlah warga yang berpotensi ikut Program Jamsostek karena mereka sudah bekerja dan usianya belum di atas 60 tahun mencapai 2.500 KK. Padahal dalam satu keluarga (KK) bisa saja ada yang bekerja lebih dari satu orang. Misalnya, mereka memiliki anak dewasa yang sudah bekerja tapi belum ikut Program Jamsostek.

"Harapan kami ke depan, warga Desa Jetis yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi dan usianya belum di atas 60 tahun, ikut Program Jamsostek semua. Semua memang tidak mengharapkan mengalami kecelakaan pada saat bekerja. Tapi yang namanya musibah, tidak ada yang tahu. Musibah bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kalau ikut Program Jamsostek, jika terjadi musibah akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan," katanya.


(Agus Sukaryanto/CN26/SM Network)