• KANAL BERITA

Temuan Karung Berisi Limbah B3 Bertambah Banyak

Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengecek limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Senin (20/1). (suaramerdeka.com/dok)
Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengecek limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Senin (20/1). (suaramerdeka.com/dok)

TEGAL, suaramerdeka.com – Tumpukan karung putih berisi limbah B3 yang dibuang di Hutan Jurangmangu bukan hanya seratusan. Setelah tim melakukan penyisiran, ditemukan lagi karung serupa yang dibuang di sekitar lokasi, jumlahnya lebih dari 200 karung.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengambil sampel limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ditemukan warga di Hutan Jurangmangu, Desa Batumirah, Kecamatan Bumijawa, untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium di Yogyakarta.

Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal didampingi petugas surveilans, Kesling dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Puskesmas Bumijawa, melakukan assessment dan identifikasi di lokasi pembuangan. Tim mengambil sampel limbah B3 di Hutan Jurangmangu itu.

Ketua Tim Surveilans dan Kesling Dinas Kesehatan, Eko BP Prabowo mengatakan, pada saat pengecekan ke lokasi, petugas  mengambil sampel limbah B3 sebanyak 10 kilogram. Sampel limbah dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Eko mengatakan, dari pengecekan wujudnya seperti kue brownies, berwarna hitam dan mengandung cairan serta berbau menyengat.

‘’Ini jenis limbah nonorganik. Kalau organik, biasanya hangat karena ada reaksi bakteri. Saat kami cek, limbah memiliki suhu normal 32 derajat Celcius. Biasanya limbah sisa industri,’’ jelas Eko, saat apel terpadu kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Lapangan Pemda Kabupaten Tegal, Selasa (21/1).

Dari penyisiran personel Polsek Bumijawa, Tim Reaksi Cepat Puskemas Bumijawa, sukarelawan PMI dan Guci Pecinta Alam (Gupala), di lokasi itu masih banyak ditemukan limbah B3 yang dikemas dengan karung berwarna putih.

‘’Total ada 215 karung limbah B3 yang diangkut. Saat penyisiran pertama Sabtu (18/1) ada 180 karung. Setelah ditelisik, ternyata ada beberapa karung yang dibuang di jurang. Limbah dibuang di dua lokasi yang berdekatan,’’ jelas Kapolsek Bumijawa, AKP Awan Agus Setijono, Selasa (21/1).

Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan paparan limbah pada warga, 215 karung  limbah B3 diamankan di Mapolsek Bumijawa.

Sementara itu, Kapolsek Bumijawa AKP Awan Agus Setijono mengatakan temuan limbah B3 itu baru dilapokan ke Polsek Bumijawa pada Sabtu (18/1). Warga awalnya warga mengira itu tumpukan karung putih itu pupuk.

‘’Tapi setelah mencium bau cukup menyengat, warga melaporkan ke Polsek. Kami langsung cek lokasi dan mengevakuasi limbah B3 ke Mapolsek Bumijawa,’’ jelasnya.

Saat ini limbah B3 telah diamankan dan sedang dalam penyelidikan.


(Cessnasari/CN40/SM Network)