• KANAL BERITA

Sarihusada Pastikan Daerah Binaan Bebas Antraks

SAMPAIKAN PAPARAN: Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta Sigit Bintara menyampaikan paparanya didepan para peternak sapi perah yang hadir dalam Program Kemitraan Peningkatan Mutu Susu Sarihusa di Sop Djadoel, Sambisari, Sleman, Selasa (21/1). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
SAMPAIKAN PAPARAN: Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta Sigit Bintara menyampaikan paparanya didepan para peternak sapi perah yang hadir dalam Program Kemitraan Peningkatan Mutu Susu Sarihusa di Sop Djadoel, Sambisari, Sleman, Selasa (21/1). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Wabah antraks tengah menyerang hewan-hewan ternak beberapa daerah di DIY. Namun, Sarihusada memastikan daerah-daerah binaanya terbebas wabah tersebut.

 

“Sejauh ini wilayah binaan Sarihusada juga sudah terbebas dr antraks,” tegas pakar peternakan dari Sarihusada Sigit Bintara usai menjadi salah satu pembicara dalam Program Kemitraan Peningkatan Mutu Susu Sarihusa di Sop Djadoel, Sambisari, Sleman, Selasa (21/1).

Menurut pria yang juga dosen di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini menyebut antraks merupakan penyakit berbahaya yang menyerang hewan ternak dan juga manusia. Jika terkena pada ternak sapi maka akan mempengaruhi produksi susu pada sapi tersebut.

“Kami selalu menjaga kualitas susu dengan melakukan monitoring terhadap sapi yang dipastikan harus sehat. Nah, ketika ditemukan sapi yang positif terkena penyakit berbahaya misalnya ya sapi itu langsung kami musnahkan. Ini sudah jadi SOP, seperti sapi yang kami suntik antibiotik saja harus dihentikan dahulu produksi susunya sekitar 2 pekan,” tuturnya.

Terkait dengan program kemitraan, Sigit sebuah program yang sangat membantu dalam memberikan ruang bagi akademisi dan keilmuan untuk diterapkan secara tepat guna di lapangan.

“Bersama Sarihusada, kami turun dan berinteraksi dan memberdayakan langsung total 1.128 peternak lokal di Jogja, Klaten dan Boyolalu. Selain itu kegiatan ini juga melibatkan empat koperasi dan satu Merapi Project serta memelihara 1.500 susu laktasi dan 3.203 sapi perah,” jelasnya.

Program Peningkatan Mutu Susu yang diinisasi PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) sudah dilaksanakan sejak 1991 yang bertujuan untuk mendorong peternak menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik agar dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ada tiga pendekatan dilakukan yaitu dengan membantu penerapan good farming practices dan good manufacturring practices, meningkatkan pengetahuan peternak dan memberikan bantuan sarana, prasarana serta proyek percontohan.

“Kami berupaya untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan kepada peternak lokal sebagai mitra baik yang ada di DIY dan Jateng. Lewat upaya ini diharapkan susu hasil peternak lokal yang berkualitas tinggi dapat diserap oleh industri susu secara nasional serta dapat berkontribusi pada pengembangan usaha lokal pengolahan makanan dan minuman berbasis susu,” sambung Karyanto Wibowo, Suistainable Director Danone Indonesia di acara yang sama.


(Gading Persada /CN19/SM Network)