• KANAL BERITA

Supriyanto: Sleman Terdepan Jaga Keistimewaan DIY

 Supriyanto, politisi muda PDIP bakal calon Bupati Sleman, dalam dialog dengan warga masyarakat yang tergabung dalam Forum Rembuk Sleman di Kopi Merapi Cangkringan Sleman, Senin malam (20/1). (Foro suaramerdeka.com/Sugiarto)
Supriyanto, politisi muda PDIP bakal calon Bupati Sleman, dalam dialog dengan warga masyarakat yang tergabung dalam Forum Rembuk Sleman di Kopi Merapi Cangkringan Sleman, Senin malam (20/1). (Foro suaramerdeka.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kabupaten Sleman mempunyai posisi strategis bagi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karena sebagai pintu gerbang yang menghubungkan DIY dengan Jateng di sisi Timur, Barat dan Utara.

Selain itu, menurut Supriyanto, bakal calon Bupati Sleman, daerah tersebut memiliki posisi geografis kultural yang erat dengan poros filosofis Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tugu Yogyakarta dan Gunung Merapi.

Hal ini disampaikan Supriyanto, politisi muda PDIP bakal calon Bupati Sleman, dalam dialog dengan warga masyarakat yang tergabung dalam Forum Rembuk Sleman di Kopi Merapi Cangkringan Sleman, Senin malam (20/1)

Supriyanto yang akrab disapa Antok sejak tahun 1999 terlibat dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta (GRY) yang konsisten memperjuangkan penetapan Keistimewaan DIY. Antok juga pernah menjadi Korlap aksi massa PDIP pada aksi damai  mendukung Keistimewaan DIY pada tgl 8 Desember 2010. Ketika itu ada wacana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam dialog dengan warga Cangkringan Sleman, tokoh masyarakat anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wukirsari, Agus Kristianta, menyampaikan permasalahan tata ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) di lereng Gunung Merapi dan Tanah Kasultanan yang merupakan bagian dari  Keistimewaan DIY.

Supriyanto menegaskan, komitmennya menjadikan Sleman Terdepan dalam mempertahankan eksistensi Keistimewaan DIY sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kewenangan istimewa meliputi tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan Pemerintah Daerah DIY, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang.

"Keberadaan Sultan Ground (tanah milik Kraton Kesultanan Yogyakarta) harus kita jaga bersama karena itu hak ulayat yg sudah diakui keberadaanya sejak masa sebelum kemerdekaan sampai sekarang sehingga tidak ada masalah dengan UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria)," ujar Antok.

Terkait dengan Sultan Ground (SG) pemkab Sleman saat ini telah mendata kepemilikan tanah milik Kraton Kasultanan Yogyakarta seluas 746,5 hektar terdiri dari 4.486 bidang.


(Sugiarto/CN19/SM Network)