• KANAL BERITA

Rintang Bramantyo Bacawabup Kendal Sedikit Bicara Banyak Kerja

Rintang Bramantyo dan Istri Marya Ulfah
Rintang Bramantyo dan Istri Marya Ulfah

KENDAL, suaramerdeka.com - ‘’Nanti saja kalau rekomendasi dari DPP sudah turun. Saat ini semua calon punya peluang mas, saya mengalir saja. Jadi jangan menebak-nebak, kita tunggu rekomendasi saja yang sudah pasti."

Itulah yang diucapkan seorang Rintang Bramantyo, salah satu bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Kendal, lewat penjaringan PDI Perjuangan, saat disinggung soal kabar yang beredar dirinya calon kuat yang mendapat rekom, dalam bincang-bincang santai, di salah satu cafe di Weleri, Kendal, usai dirinya menghadiri acara Tasyakuran HUT PDIP ke - 47, Minggu (19/1).

Rintang yang berprofesi sebagai wiraswasta otomotif, adalah menantu dari H. Sumadi (Alm) Kaliwungu, yang sukses bekerja di perusahaan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

Ketika ditanya apa yang membuatnya tergerak maju sebagai cawabup, Rintang menjawab, Kabupaten Kendal masih banyak yang bisa dikembangkan, terutama di sektor industri dan di sektor pariwisata. Apalagi ditambah dengan ditetapkànnya Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kaliwungu.

“Setiap pagi hari, saya itu melihat langsung banyaknya warga Kendal yang berbondong-bondong ke Semarang untuk berangkat kerja. Padahal kita semua tahu, Kendal memiliki KEK, ini yang harus kita optimalkan, sehingga bisa membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Warga Mororejo Kaliwungu, yang sekarang bermukim di Perumahan Beranda Bali BSB Semarang ini mengungkapkan, dirinya selama ini baru melakukan beberapa kegiatan, seperti pendekatan kepada semua elemen dan tokoh masyarakat. Kemudian sowan ke para kiai dan ulama di Kabupaten Kendal, khususnya di Kaliwungu, dalam rangka mohon doa dan restu.

"Kepada kiai dan ulama kita minta doa restu mas, bukan mencari dukungan. Kalau cari dukungan ya ke rakyat," jelasnya.

Ditanya apa yang dilakukan sambil menunggu rekom, Rintang mengaku masih dalam rangka sosialisasi. Rencana pekan depan  dia akan melakukan pemasangan spanduk-spanduk di tempat reklame yang resmi.

“Spanduk kami pasang di tempat yang resmi,  jangan sampai memberi contoh yang kurang baik dengan memasang spanduk ditempat yang salah, karena kami adalah figur,” pungkas ayah dari dua anak, Zaki dan Azra.


(Hanief Sailendra/CN26/SM Network)