• KANAL BERITA

Angka Kemiskinan di Sleman Hanya Turun 0,24 Persen

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Berbagai strategi telah diupayakan Pemkab Sleman untuk menekan angka penduduk miskin di wilayahnya. Namun jumlahnya masih terbilang cukup tinggi.

Merujuk data Bappeda tahun 2019, data kemiskinan di Sleman masih bertahan pada angka 7,41 persen. Dibandingkan data tahun sebelumnya, hanya tercatat selisih penurunan sebesar 0,24 persen. Dihitung dari jumlah penduduk per semester I tahun 2019 sebanyak 1.070.913 jiwa, artinya ada sekitar 79.354 penduduk Sleman tergolong miskin.

Sekretaris Bappeda Sleman Arif Setio Laksito mengungkapkan, keluarga miskin terdapat di semua kecamatan. Wilayah yang paling banyak terdapat KK miskin adalah Kecamatan Seyegan dengan proporsi 16,30 persen, sedangkan tingkat kemiskinan terendah ada di Kecamatan Depok yakni 3,11 persen.  "Di dalam draf rancangan awal RKPD tahun 2021 telah disiapkan lima arah kebijakan ekonomi, yang diharapkan bisa menekan angka kemiskinan," katanya, Sabtu (18/1).

Salah satu konsep kebijakan yang akan diterapkan tahun depan adalah peningkatan nilai tambah ekonomi. Langkah yang disiapkan antara lain penguatan kewirausahaan, UMKM, koperasi, industri kreatif dan digital, serta peningkatan ekspor.  Di sektor pariwisata, pengembangan destinasi berbasis alam, budaya, dan MICE menjadi konsen Pemkab Sleman. Pada 2021, lanjut Arif, upaya pertumbuhan ekonomi akan dilakukan dengan memperhatikan karakteristik masing-masing wilayah.

Dicontohkan untuk Sleman bagian utara, titik beratnya adalah penataan pemukiman yang mendukung wisata alam berbasis kebencanaan. Berbeda dengan Sleman barat yang pengembangan relasi pemukimannya ditujukan untuk mendorong ekonomi kawasan berbasis pertanian modern, agrobisnis, dan agrowisata. "Wilayah timur, kami fokuskan untuk mendukung wisata budaya peninggalan sejarah. Sedangkan wilayah tengah, prioritasnya adalah ekonomi kreatif," papar Arif. 

Terpisah, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sleman Suyono meminta agar pengentasan keluarga miskin dapat dilakukan bersama oleh pemerintah dan elemen masyarakat. "Pemerintah perlu dukungan partisipasi, kebersamaan serta empati semua pihak," tegasnya


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)