• KANAL BERITA

Soal Pneumonia Tiongkok, Masyarakat Diimbau Tak Panik

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejauh ini belum ada vaksin untuk mencegah pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. Pada kasus outbreak (peningkatan kejadian) saat ini, disebabkan oleh coronavirus jenis baru.

"Masyarakat jangan panik dan tetap waspada, terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas. Segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR dalam siaran persnya, Sabtu (18/1).

Seperti diketahui, pada tanggal 31 Desember 2019, di Kota Wuhan, Tiongkok, dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. Awalnya terdapat 27 kasus, kemudian meningkat menjadi 59 kasus dengan usia, antara 12 hingga 59 tahun.

"Terdapat laporan kematian pertama terkait kasus pneumonia ini, pasien usia 61 tahun dengan penyakit penyerta yaitu penyakit liver kronis dan tumor abdomen atau perut. Dari 50 pasien lainnya yang sedang menjalani perawatan, dua pasien sudah dinyatakan boleh pulang dan tujuh pasien masih dalam kondisi yang serius," ujarnya.

Hasil pengkajian dipikirkan kemungkinan etiologi kasus-kasus ini terkait dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS), yang disebabkan Coronavirus dan pernah menimbulkan pandemi di dunia pada tahun 2003. Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) merilis jenis Betacoronavirus yang menjadi outbreak di Wuhan.

"Di mana terdapat lima genom baru, yang berbeda dari SARS-coronavirus dan MERS- Coronavirus. Coronavirus merupakan keluarga besar virus, yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS," jelasnya.


(Saktia Andri Susilo/CN26/SM Network)