• KANAL BERITA

Cepu Banjir, 70 Rumah Terendam hingga Satu Meter

BANJIR: Banjir melanda kawasan Ngareng, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Kamis (16/1) menjelang malam dan mulai surut pukul 21.30. (SM/dok BPBD Blora)
BANJIR: Banjir melanda kawasan Ngareng, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Kamis (16/1) menjelang malam dan mulai surut pukul 21.30. (SM/dok BPBD Blora)

BLORA, suaramerdeka.com – Banjir di wilayah Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora pada Kamis (16/1) merendam sedikitnya 70 rumah dengan ketinggian air 40-100 sentimeter. Namun banjir mulai pukul 18.30 itu berangsur surut sekitar pukul 21.30 atau beberapa jam setelah hujan reda.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Hadi Praseno menuturkan, berdasarkan pendataan banjir melanda wilayah Kelurahan Cepu di kawasan Ngareng atau eks stasiun kota.

‘’Banjir pada Kamis menjelang malam itu terjadi seiring hujan lebat dengan durasi lama yang menyebabkan banjir luapan dari sungai yang melewati permukiman,’’ ujarnya.

Berdasarkan data dari BPBD Blora, banjir di wilayah Kelurahan Cepu antara lain terjadi di Kampung Ngareng (Eks Stasiun Kota) dengan jumlah terdampak banjir  70 rumah di wilayah RT 02, RT 03, RT 05 dan RT 07 RW 01. Ketinggian air di tempat itu sekitar 50-100 cm.

‘’Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora sempat mengevakuasi seorang warga lanjut usia yang menderita stroke atas nama Kasmi (90). Kami mengevakuasi dia ke rumah anaknya yang aman dari luapan sungai,’’ tandas Agung Tri, salah seorang anggota TRC BPBD Blora.

Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi membenarkan wilayahnya terkena banjir di kawasan Ngareng. Air yang membanjiri kawasan itu berasal dari wilayah atas. ‘’Banjir kali ini bersifat lokal karena hujan deras. Dua sungai di utara dan barat Cepu airnya meluap dan menggenangi kawasan Ngareng. Untuk sungai Bengawan Solo, masih relatif aman,’’ tuturnya.

Menurut Camat Cepu, saat hujan deras pada sore hari genangan air tidak begitu  tinggi, dan hanya masuk di beberapa rumah warga. Namun, saat hujan sudah reda pada malam hari justru air meluap di kawasan Ngareng dan terus meninggi. ‘’Kami bersama pihak kepolisian dan TNI serta BPBD turun langsung ke lokasi,’’ tandasnya.

Sementara itu berdasarkan pemantauan, aktivitas warga di kawasan terdampak banjir sudah pulih, Jumat (17/1). Warga mulai mengeluarkan barang-barang dari rumah untuk dijemur. Sebagian lainnya membersihkan sampah dan lumpur yang masih tersisa.

‘’Beruntung sejak pagi matahari bersinar terik. Kami bisa menjemur kasur dan perabotan rumah yang basah akibat banjir,’’ kata Darti, warga Ngareng, Cepu.

Dia menuturkan, banjir tidak hanya terjadi Kamis malam saja. Perempuan paruh baya itu mengungkapkan, Ngareng merupakan salah satu wilayah yang kerap dilanda banjir. ‘’Mungkin karena letaknya rendah sehingga air dari atas berkumpulnya di tempat kami. Tahun lalu juga pernah banjir beberapa kali,’’ tandasnya.


(Abdul Muiz/CN26/SM Network)