• KANAL BERITA

Tinjau TPA Kaligending, Ini Kata Anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi

TINJAU TPA: Anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaligending di Kecamatan Karangsambung, Kebumen. (suaramerdeka.com/Dok)
TINJAU TPA: Anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaligending di Kecamatan Karangsambung, Kebumen. (suaramerdeka.com/Dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Pengelolaan sampah di Kebumen masih perlu dioptimalkan. Selain pengelolaan sampah oleh Pemkab Kebumen, penanganan juga harus dilakukan dari sumbernya yakni rumah tangga. Partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah perlu ditingkatkan.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPD RI utusan Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi saat mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaligending, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, kemarin.

Dalam kunjungannya, Denty didampingi oleh Kepala Disperkim LH Edi Rianto, Kepala Bappeda Pudjirahaju dan Kabag Tapem Agus Susanto. Pada kesempatan itu, Denty juga menyempatkan berbincang dengan para petugas sampah di TPA Kaligending.

Denty mengungkapkan, seharusnya sampah yang masuk ke TPA hanyalah jenis sampah residu (tidak dapat diolah). Dimana sampah organik semestinya dapat dikelola di rumah tangga. Selain itu, yang tidak kalah penting yaitu dalam meminimalisir penggunaan sampah kemasan harus menjadi perhatian bersama.

"Kami di sini dalam rangka pengawasan UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang masuk dalam Prolegnas tahun 2020 untuk revisi," katanya.

Menurut Denty, penting bagaimana mengubah paradigma bahwa solusi sampah ada dengan menuntaskan di akarnya yaitu tingkat rumah tangga. Persoalan lain, pemilahan sampah juga masih perlu digiatkan di masyarakat. Bagi Denty, seharusnya sampah yang masuk ke TPA hanyalah 30 persen dari keseluruhan sampah.

"Kami dalam rangka menuju ke arah itu. Makanya dari segi aturan perlu dibuat yang mendukung itu dan program pemerintah juga diarahkan untuk mengubah paradigma masyarakat," imbuhnya.

Kurangi Sampah

Kepala Disperkim LH Kebumen Edi Rianto mengungkapkan, berbagai upaya yang sudah dilakukan dalam mengurangi timbulan sampah. Antara lain melalui Surat Edaran Bupati tentang Pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai, mendorong pembentukan TPS3R dan Bank Sampah di desa-desa dan mensosialisasikan gerakan pilah sampah dari rumah.

"Perlahan-lahan upaya yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Terlihat dari data sampah yang ditimbulkan mengalami penurunan cukup signifikan yang semula mencapai 80 ton/hari saat ini turun menjadi 60 ton per hari," ujar Edi Rianto.

Pada area zona aktif sebagai TPA, sampah residu dihamparkan hingga setinggi 25 centimeter dan kemudian ditimbun dengan tanah. Proses itu terulang terus hingga area TPA penuh. Kemudian pada zona pasif eks tempat pembuangan residu, saat ini dibangun taman edukasi.

Dinas Perkim LH juga akan melakukan inovasi yaitu layanan jam buang sampah. Dengan adanya pembuangan sampah yang terjadwal maka diharapkan tidak ada lagi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) karena langsung diangkut oleh armada sampah.

"Ke depan TPS yang ada di pinggir jalan tidak diperlukan lagi dan Kebumen bisa menjadi kota tanpa TPS sampah," ujarnya.


(Supriyanto/CN39/SM Network)