• KANAL BERITA

Kemenlu RI: Peluang Ekspor Produk UMKM Kendal Sangat Besar

Para Pembicara : Rossy Verona, Sekda Muh Toha, Wabup Masrur Masykur, Silvy Gayatri, dan Ketua Kadin Kendal, Cahyanto. (suaramerdeka.com/Dok)
Para Pembicara : Rossy Verona, Sekda Muh Toha, Wabup Masrur Masykur, Silvy Gayatri, dan Ketua Kadin Kendal, Cahyanto. (suaramerdeka.com/Dok)

KENDAL, suaramerdeka.com - Perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kendal. Rombongan terdiri dari Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Rossy Verona, Sekretaris Ditjen Amerika dan Eropa, Ratu Silvy Gayatri, didampingi jajaran Pejabat Kemenlu RI. Kemudian hadir juga dari perwakilan EximBank, Tri Hardi Wijaya selaku Manager Relasi.

Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur di Gedung Peringgitan yang didampingi Sekretaris Daerah, Muh Toha, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM, Kun Cahyadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Hardjito, Kepala Dispermades, Ketua Kadin Kendal, Cahyanto beserta pengurus, para pengusaha dan pelaku UMKM Kendal, serta segenap OPD di lingkungan Pemkab Kendal, Jum'at (17/1).

Pertemuan yang dilaksanakan di OR Setda Kendal, dengan agenda Sosialisasi Capaian Diplomasi Ekonomi dengan Stakeholders yang ada di Kabupaten Kendal, sekaligus Identifikasi Permasalahan yang dihadapi eksportir dan UMKM Kendal untuk memasarkan produk unggulan ke luar negeri, dan identifikasi bentuk kolaborasi untuk peningkatan ekspor produk Kendal ke pasar Aspasaf dan Amerop.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur dalam sambutannya mengapresiasi kunjungan dari perwakilan Kemenlu, dalam upaya peningkatan ekspor ke pasar global. Peran Kemenlu RI sebagai fasilitator promosi ekonomi, mediator jika timbul permasalahan, dan identifikasi peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan daerah.

"Kami berharap, ada perhatian dari Kemenlu untuk pelaku usaha dan UMKM di Kabupaten Kendal agar bisa dikenal oleh masyarakat Intenasional," ungkapnya.

Sekretaris Ditjen Kemenlu Aspasaf, Rossy Verona dalam sambutannya mengatakan, kunjungan ini dalam rangka meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah dan kalangan usaha di Daerah.

Upaya ini bukan yang pertama dilakukan Kemenlu dengan stakeholders di daerah dengan merujuk sinergi yang sudah berhasil dibangun dengan pengusaha furnitur Rembang dan Kampung Coklat Blitar untuk meningkatkan ekonomi daerah untuk menembus pasar di kawasan Aspasaf. Bahkan Kadin Kendal juga ikut dalam program economic outreach Kemenlu di Johor Bahru pada 2019.

"Sejalan dengan upaya Pemerintah meningkatkan ekspor, keberhasilan pelaksanaan Diplomasi Ekonomi juga bertumpu pada potensi yang dimiliki daerah. Untuk itu perlu upaya link and match antara potensi daerah dengan peluang di pasar global," jelasnya.

Ditambahkan oleh Rossy, Ini adalah sebagai tindak lanjut, Kemenlu RI dan Kadin setempat akan identifikasi peluang Kendal dan lakukan de-bottenecking permasalahan yang dihadapi pengusaha Kendal.

"Saya sampaikan apresiasi upaya UMKM Kendal tembus Pasar global hingga Azerbaijan untuk produk briket arang dan mengharapkan kisah sukses ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha Kendal lainnya," ujarnya.

Selain itu, untuk dapat menjadi ekportir yang kompetitif, kalangan usaha Kendal perlu memastikan kontinuitas, volume dan kualitas produk yang sesuai dengan standar internasional. Kesiapan logistik dan konektivitas di daerah juga memainkan peranan penting dalam mendorong eksportir Kendal mendunia.

"Selain potensi mencarikan buyers asing untuk kayu gaharu dan produk perikanan, serta handicraft kayu Kendal, Kemenlu juga dapat membantu mencarikan investor potensial dari kawasan Aspasaf dan Amerop untuk pembagunan pelabuhan kargo dan infrastruktur di KEK Kendal," pungkas Rossy.

Dalam kesempatan itu, Manajer Relasi Eximbank, Tri Hardi Wijaya menyarankan, agar para pelaku UMKM memanfaatkan keberadaan Perwakilan RI di luar negeri, pada saat penjajakan peluang dengan calon mitra dan juga asuransi gagal bayar dari LPEI, guna menghindari kemungkinan wanprestasi dari calon mitra. 

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Amerop, Ratu Silvy Gayatri mengatakan, di Amerika sudah ada kawasan showroom untuk memamerkan produk unggulan. Indonesia juga memiliki hubungan baik dengan pengusaha di kawasan Amerika dan Eropa, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Selain itu potensi pasar di Amerika Latin juga cukup besar.

“Indonesia masih kalah dengan Vietnam, yang produk-produknya sudah banyak menembus di Amerika dan Eropa. Maka target Kemenlu membantu untuk meningkatkan ekspor terhadap produk unggulan dalam negeri termasuk Kendal,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Sekda Kendal, Moh. Toha mengatakan, bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kendal targetnya mencapai 500 juta USD. Diharapkan Kendal bisa menyokong pertumbuhan ekspor melalui KEK.Kendal jangan hanya jadi penonton, tapi harus bisa memenuhi kebutuhan di KEK.

"Produknya bisa diintegrasikan dengan KEK, baik yang menyokong maupun ekspor,” harapnya.

Sebagai penutup, Ketua Kadin Kendal, Cahyanto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan ini untuk menginisiasi para pelaku usaha di Kendal agar produknya bisa tembus ke mancanegara. "Kami akan mengadakan pertemuan-pertemuan dengan para pelaku UMKM, untuk menindaklanjuti sosialisasi dari Kemenlu ini,” katanya.


(Hanief Sailendra/CN39/SM Network)