• KANAL BERITA

Polisi Telusuri 28 Pengikut Keraton Agung Sejagat

LOKASI PERTEMUAN: Sanggar milik Sri Agung di Dusun Saren, Desa Brajan, Kecamatan Prambanan dijadikan lokasi pertemuan pengikuti KAS. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
LOKASI PERTEMUAN: Sanggar milik Sri Agung di Dusun Saren, Desa Brajan, Kecamatan Prambanan dijadikan lokasi pertemuan pengikuti KAS. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Polisi terus mendalami jumlah pengikut Keraton Agung Sejagat (KAS) pimpinan Toto Santoso di wilayah Kabupaten Klaten. Hingga kini polisi menyebut menemukan indikasi 28 orang pengikut yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo menjelaskan dari penelusuran jajarannya untuk wilayah Klaten terdapat 28 pengikuti KAS.

''Ada 28 orang khususnya yang termonitor saat ini. Di Kecamatan Prambanan 21 orang, Kecamatan Jogonalan lima orang dan Wedi ada dua orang. Sementara ada di tiga kecamatan itu," jelas Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo usai Jumat Berkah di RSPD, Jumat (17/1).

Menurut Kapolres dalam kasus KAS di wilayah Klaten, jajarannya telah meminta klarifikasi tiga. warga Kecamatan Prambanan. Permintaan keterangan itu sebagai klarifikasi sebab penanganan sudah dilakukan di Polda Jateng dan sudah ada sebagai tersangka.

Tiga yang dimintai keterangan itu masih sebagai saksi dan untuk kelanjutannya masih menunggu dari Polda Jateng. Dari tiga orang itu barang bukti yang sudah dicek berupa baju dan tanda anggota. Satu orang dari para saksi memiliki tiga tanda anggota. Menurut keterangan tiga saksi ada yang diberi pangkat tertinggi jabatannya maha menteri.

Wiyono mengatakan temuan anggota keraton di Klaten masih sebagai pengikut. Mereka juga membayar untuk baju seragam, tanda anggota dan ikut iuran membangun keraton di Purworejo dan tidak ada keraton di Klaten.

Di Klaten tidak ada kerajaan, namun kadang mereka kumpul di salah satu rumah di Dusun Brajan, Kecamatan Prambanan.

Sri Agung, salah seorang pengikut KAS yang diberi jabatan Wreda Menteri mengatakan di Klaten yang tercatat anggotanya hanya 28 orang yang dikoordinasi Wiwik. '' Cabang lain atau di daerah lain saya tidak tahu," jelasnya.

Soal cabang, lanjut Sri, dia tidak tahu-menahu di mana saja. Bahkan dia mengaku kaget jumlahnya anggota total di Purworejo 425 orang. Sri mengakui di rumahnya sering untuk pertemuan anggota. Bahkan di pekaranganya ada prasasti serupa di Purworejo.

Yang membuat pahatan prasasti adalah suaminya. Meskipun sama bagian dari KAS, di Klaten dan Purworejo berbeda. Ada koordinator kegiatanya dan hanya bertemu saat ada pertemuan besar di Purworejo.


(Achmad Hussain/CN39/SM Network)