• KANAL BERITA

PT RUM Janjikan Mesin Polusi 2021, Warga Menolak

MENYIMAK PENJELASAN: Warga menyimak pertemuan antara PT RUM, Pemkab Wonogiri dan perwakilan warga terdampak polusi udara di pendapa Kabupaten Wonogiri, Jumat (17/1). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
MENYIMAK PENJELASAN: Warga menyimak pertemuan antara PT RUM, Pemkab Wonogiri dan perwakilan warga terdampak polusi udara di pendapa Kabupaten Wonogiri, Jumat (17/1). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - PT Rayon Utama Makmur menyatakan bersedia menanggung biaya pengobatan warga terdampak polusi udara dari pabrik tersebut. PT RUM juga berjanji mempercepat pembangunan instalasi pengolahan limbah dengan mesin buatan Denmark pada 2012.

"Kalau ada yang terkena asma atau sakit paru-paru karena bau dari PT RUM, kami akan menanggung biaya pengobatannya," kata Presiden Direktur PT RUM, Pramono saat pertemuan antara PT RUM, Pemkab Wonogiri dan perwakilan warga di pendapa Kabupaten Wonogiri, Jumat (17/1).

Namun, pembuatan mesin pengolahan limbah itu memerlukan waktu dan hanya diproduksi di negara Denmark. Harga mesin tersebut mencapai Rp 700 miliar dan pembuatannya diperkirakan selesai di akhir 2021.

Pramono menceritakan pernah mengunjungi pabrik pembuatan serat rayon di tengah kota di negara Austria. Meskipun di tengah kota, pabrik itu tidak mengeluarkan bau menyengat. Oleh karenanya, dia akan menggunakan teknologi serupa untuk diterapkan di PT RUM Sukoharjo.

Upaya PT RUM, kata dia, menanggapi permintaan warga yang meminta percepatan penghilangan bau menyengat dan jaminan kesehatan bagi masyarakat terdampak polusi udara dari PT RUM.

Namun janji PT RUM itu ditolak warga lantaran terlalu lama. Sugiyanto, warga Dusun Malangsari, Desa Wonokerto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri meminta perbaikan (pembangunan instalasi pengolahan limbah) jangan sampai 2021, tapi 2020 harus selesai. Warga juga meminta warga yang sakit dapat kompensasi.

Senada, Kapolsek Wonogiri Kota AKP Dwi Krisyanto meminta pembangunan fasilitas pengolahan limbah tidak sampai satu tahun. "Jangan sampai satu tahun. Kalau bisa enam bulan sudah selesai," katanya.

Sugimo, kepala Desa Pule, Kecamatan Selogiri meminta agar pihak pabrik membiayai warga yang terganggu kesehatannya dan produksinya selama perbaikan dan pembangunan instalasi pengolahan limbah tersebut. "Kami minta produksi dihentikan dulu," katanya.

Dirut PT RUM lebih lanjut mengatakan dengan mesin buatan Denmark, gas H2S yang menimbulkan bau menyengat akan disedot semuanya, sehingga tidak ada gas H2S keluar dari pabrik. Selanjutnya, gas tersebut didaur ulang menjadi cairan H2SO4.

Dia menyatakan berupaya mempercepat pembangunan instalasi pengolahan limbah. "Kalau bisa itu ya segera selesai. Saya janji, kalau sudah terpasang alat ini, semuanya akan teratasi. Saya janji, baunya akan hilang permanen," katanya.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyatakan, akan ada pertemuan berikutnya dengan agenda penandatanganan perjanjian atau pakta integritas dari pihak PT RUM, masyarakat dan disaksikan Pemkab Wonogiri.

Pakta integritas untuk memperkuat komitmen yang disepakati dalam pertemuan ini.  Draf pakta integritas itu akan dikaji PT RUM dan tokoh-tokoh masyarakat. Jika semua poin dan klausul sudah disepakati, semua pihak akan meneken pakta integritas tersebut. "Nggak lama, nggak sampai satu minggu selesai," ujarnya.


(Khalid Yogi/CN39/SM Network)