• KANAL BERITA

Diklat Menulis, Ratusan Guru Ditantang Terbitkan Buku

FOKUS : Ratusan guru dari berbagai sekolah, peserta pelatihan menulis buku fokus mendengarkan paparan pemateri dalam pelatihan yang digelar di Aula SMPN 2 Rembang.
FOKUS : Ratusan guru dari berbagai sekolah, peserta pelatihan menulis buku fokus mendengarkan paparan pemateri dalam pelatihan yang digelar di Aula SMPN 2 Rembang.

REMBANG, suaramerdeka.com - Ratusan guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Rembang mendapatkan gemblengan menulis buku. Kegiatan literasi yang digagas APKS PGRI Kabupaten Rembang itu digelar di Aula SMPN 2 Rembang, mulai Jumat (17/1).

PGRI mendatangkan tim ahli untuk mendorong para guru bisa menelurkan karya buku sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Sebagai pemateri adalah Kepala Dindikpora, Mardi, Ketua PGRI Jumanto serta Dwiyanto dan Sunaryo penulis berbagai buku dari Blora.

Ketua APKS PGRI Kabupaten Rembang, Nur Hasan menyatakan, total peserta menulis buku adalah 150 orang. Pihaknya terpaksa menolak banyak calon peserta lantaran terbatasnya kapasitas ruangan dan demi efektivitas pelatihan.

“Kami banyak menolak peserta karena kuota dibatasi maksimal 150 orang, demi menjaga kualitas diklat. Kami berharap, ada pelatihan-pelatihan lanjutan untuk menumbuhkan dan menjaga budaya literasi di kalangan pendidik,” terang Hasan.

Ia menyebutkan, perkembangan literasi di kalangan pendidik Kabupaten Rembang sangat baik. Tolak ukurnya adalah, sudah ada lebih dari seratus guru di Rembang yang berhasil menelurkan karya buku berbagai judul.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rembang Isti Chomawati yang hadir sebagai peserta mengaku mendapatkan banyak hal positif dari pelatihan menulis. Salah satunya adalah menulis bukan diawali dari bakat, melainkan kemauan.

“Dari pelatihan ini, kami mendapatkan motivasi luar biasa. Menulis artikel atau buku, ternyata bukan hal sulit. Menulis menjadi wadah nyata tertuangnya ide dan pendapat kita,” kata Isti kepada Suara Merdeka.


(Ilyas al-Musthofa/CN34/SM Network)