• KANAL BERITA

Dewan Kritik Kualitas dan Desain Pasar Kuripan

SIDAK PASAR : Ketua DPRD Kota PekalonganBalgis Diab dan anggota sidak di Pasar Kuripan calon lokasi pindahan pedagang rongsokan Pasar Sugihwaras. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)
SIDAK PASAR : Ketua DPRD Kota PekalonganBalgis Diab dan anggota sidak di Pasar Kuripan calon lokasi pindahan pedagang rongsokan Pasar Sugihwaras. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Ketua DPRD Kota Pekalongan  Balgis Diab mengkritik pembangunan Pasar Sugihwaras dan  Pasar Kuripan. Kualitas dan desain bangunan dinilai tidak sesuai rencana. Begitu pun keamanan belum memenuhi syarat lantaran belum ada pagar pembatas.

‘’Hasilnya, dari segi kualitas dan desain bangunan dinilai kurang layak. Dari sisi keamanan juga belum memenuhi syarat dan belum ada pagar pembatas,’’ kata Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab, usai sidak bangunan pasar  itu.

Balgis bersama anggota DPRD melihat langsung pembangunan kedua pasar  itu didampingi Kepala Dinperindagkop dan UKM, Bambang Nurdiyatman beserta staf.

Balgis selaku Ketua Badan Anggaran (Banggar) mengatakan, dari sisi keamanan bangunan kios di Kuripan masih rawan. Selain belum ada batas pagar keliling, bangunan kios juga menggunakan kawat di kiri dan kanan serta atapnya.

DPRD minta dinas terkait untuk mengadakan evaluasi agar kios itu terjamin keamanannya. Jika bangunan selesai, pedagang Pasar Senggol segera direlokasi ke Pasar Kuripan. Sebab jika bangunan itu didiamkan lama, akan terjadi kerusakan lebih banyak.

Sedangkan kondisi Pasar Sugihwaras, Balgis menyoroti saluran air yang dianggapnya kurang lancar, padahal saluran air menjadi kebutuhan vital dari pedagang kuliner.

Untuk Bangunan Pasar Sugihwaras, DPRD mempertanyakan luas kios kuliner yang dinilai jauh dari kebutuhan lapak kuliner. Kios sempit sehingga pedagang akan kesulitan dalam melayani pembeli.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Bambang Nurdiyatrnan mengaku akan segera membenahi Pasar Kuripan seperti diharapkan DPRD. Dia akan mengkaji terlebih dahulu dengan melibatkan pedagang untuk memberikan masukan desain sesuai kebutuhan.

Tahun ini, Dinperindag mendapatkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk membangun kios tambahan di kompleks tersebut. Tapi kalau perlu dialihkan untuk pembangun pagar demi keamanan, maka perlu dikaji dan tentunya juga memerlukan persetujuan penggunaan dana dari DPRD.

Di kompleks Pasar Kuripan, dibangun 156 kios. ‘’Harapan kami pedagang bisa pindah secepatnya. Direncanakan pindahan 9 Februari tapi karena ada beberapa hal yang harus dibenahi maka akan kami lakukan pembenahan terlebih dahulu,’’  jelasnya.

Sedangkan untuk Pasar  Sugihwaras , pindahan pedagang masih menunggu, pembangunan pasar tahap kedua di sebelah utara. Pembangunan pasar tahap kedua sudah dianggarkan Rp 6,7 miliar dan akan dilakukan mulai tahun ini. ‘’Kalau sudah selesai seluruhnya, pedagang dari Alun-alun segera dipindahkan,’’ katanya.


(Trias Purwadi/CN19/SM Network)