• KANAL BERITA

Viral !!! Hentikan Sopir Pikap, Polisi Keluarkan Pistol

TENTENG PISTOL : Foto pria sedang berbicara dengan sopir pikap sambil menenteng pistol.
TENTENG PISTOL : Foto pria sedang berbicara dengan sopir pikap sambil menenteng pistol.

BUMIAYU, suaramerdeka.com - Media sosial tengah viral seorang anggota Polres Brebes berbicara dengan sopir pikap sambil menenteng pistol. Foto seorang pria memakai kaus yang berbicara dengan sopir L300 diunggah oleh akun Facebook Mugi Darusman pada Rabu (15/1).

Pria tersebut diduga tidak terima disalip sopir pikap dan mengeluarkan pistol. Pada narasi keterangan foto yang diunggah tertulis "Honda Jazz disalip L300 lah kok ngamuk" pake nodong senpi segala cok, horang kaya gak punya etika".

Namun, Kepolisian Resor (Polres) Brebes meluruskan berita vital di media sosial itu. Polres menyebut anggotanya tidak menodongkan pistol ke sopir pikap L300 di Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong, Brebes, seperti ramai diunggah di media sosial.

Kasubag Humas Polres Brebes AKP Suraedi membenarkan jika pria dalam foto yang viral tersebut merupakan anggota Polres Brebes. Namun pihaknya mengaku anggotanya tersebut tidak menodongkan pistol ke sopir L300."Tidak benar (menodongkan pistol)," ujarnya.

Saraedi menjelaskan kronologi peristiwa pada Rabu (15/1) tersebut bermula saat anggotanya yang mengemudikan mobil Honda Jazz dalam perjalanan dari arah Tegal ke Purwokerto usai mengantar ayahnya yang sedang sakit berobat.

Di tengah perjalanan, anggotanya mendapati mobil pikap dari arah yang sama yang melaju ugal-ugalan sehingga membahayakan kendaraan lain."Sopir pikap menyalip dari sisi kiri secara ugal-ugalan," jelasnya.

Lantaran membahayakan dan curiga mobil pikap adalah pelaku kejahatan, anggota langsung melakukan pengejaran dan berhasil menghentikannya di Pasar Linggapura, Tonjong.

Selanjutnya, anggotanya menghampiri untuk mengingatkan sekaligus memintai keterangan. Namun sopir pikap tidak percaya yang bersangkutan adalah polisi meskipun sudah ditunjukkan kartu tanda anggota.

"Karena kebetulan saat itu anggota sedang berpakaian preman lalu keluarkan pistol. Jadi tidak ada penodongan," ujarnya.

Menurut Suraedi, wajar jika seorang anggota polisi membawa pistol. Pihaknya juga masih terus melakukan klarifikasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.


(Teguh Inpras Tribowo/CN30/SM Network)