• KANAL BERITA

Metode DIARY Tingkatkan Kompetensi Writing Teks

Oleh: Indra Kurniawati, S.Pd

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BAHASA Inggris merupakan bahasa international  yang digunakan sebagai alat komunikasi antar bangsa. Unsur-unsur bahasa Inggris yang harus dikuasai  antara lain, speaking, reading, writing dan listening.  Adapun writing sendiri di dalam kurikulum 2013 dalam pembelajaran berbasis genre meliputi, narrative, recount, report, descriptive, procedure, analytical exposition, review, news item dan explanation.

Pembelajaran writing teks narrative dapat menggunakan metode discovery, imaginative, analize, reality, yourself (DIARY). Dengan metode itu, siswa diharapkan dapat menulis  sendiri teks dengan  baik dan menarik. Writing pada dasarnya mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui tulisan atau lambing-lambang yang orang lain memahaminya.

Djago Tarigan (2009:5) mengatakan, menulis berarti mengekspresikan secara tertulis ide, pendapat atau pikiran dan perasaan. Sedangkan Lado (2009:5) mengungkapkan menulis yaitu meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode DIARY. Pertama, discovery, yaitu siswa harus memiliki ide, kemudian dikembangkan menjadi tulisan utuh. Dalam menemukan ide menulis teks narrative, siswa diminta mengamati sebuah kejadian.

Kedua, imaginative, yaitu perlunya mengisi beberapa detail menulis narrative. Siswa disarankan melihat sesuatu dengan imajinasinya.  Biarkan siswa menulis teks narrative dengan imajinasinya. Siswa dapat menggunakan imajinasinya untuk membuat kata-kata puitis. Imajinasi merupakan proses dalam menulis yang mengasikkan. Siswa berdialog melalui tokoh yang dia ciptakan. Siswa diminta  berjalan-jalan keluar ruangan, memandang langit, pepohonan dan detail tempat akan muncul.

Ketiga, analyze, yaitu proses memecahkan sesuatu  ke dalam bagian yang saling berkaitan satu sama lainnnya (Gorys Keraf). Keempat, reality, yaitu menulis cerita berdasarkan kenyataan di lapangan. Siswa diharapkan mampu menulis cerita berdasarkan realita di lapangan. Misalnya, menulis self-experience atau pengalaman pribadi, sedih, gembira dan lucu dari siswa.

Kelima, yourself, yaitu menghasilkan karya karangan dari siswa itu sendiri, bukan mengambil dari karangan buku lain. Siswa diwajibkan menulis teks narrative berdasarkan pengalaman, imajinasi, ide dan kenyataan yang siswa buat sendiri. Karangan yang dibuat siswa akan terlihat keasliannya melalui gaya bahasa atau pilihan kalimat yang siswa buat sendiri. Susunan bahasa, pemilihan kosakata dan alur cerita akan terlihat nyata.

Melalui metode ini diharapkan akan memperoleh beberapa manfaat seperti, guru dapat meningkatkan profesionalitas dan termotivasi untuk menciptakan model pembelajaran. Kemudian, siswa mampu meningkatkan kompetisi “writing”.

*Penulis adalah guru SMA N 1 Karangkobar, Banjarnegara


(Red/CN26/SM Network)