• KANAL BERITA

Marak Penipuan, REI Imbau Masyarakat Hati-hati Beli Rumah Syariah

Deretan perumahan di Kota Semarang. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)
Deretan perumahan di Kota Semarang. (suaramerdeka.com/Cun Cahya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Real Estate Indonesia (REI) mengimbau kepada masyarakat untuk bisa berhati-hati dalam membeli rumah dengan sistem syariah. Hal itu dikarenakan saat ini marak adanya penipuan mengatasnamakan label syariah untuk menipu calon pembeli.

Ketua DPD REI Jawa Tengah, MR Prijanto mengatakan, pihaknya diminta untuk bisa memberikan edukasi ke masyarakat dan pengembang agar tidak tertipu seperti yang ada di Banten dan Surabaya.

"Perlu diperhatikan kepada masyarakat agar tidak kena tipu oknum yaitu harus cek pengembang masuk asosiasi apa belum dan dicek di Sireng PUPR, status tanah sudah beres apa belum dan sistem angsuran bank mana yang dipakai," katanya, di Semarang.

Menurutnya, sistem syariah bagus tetapi banyak oknum yang memanfaatkan label syariah untuk menipu. Ia mencontohkan kasus yang ada di Surabaya dan Banten, di mana uang yang sudah dihimpun dari beberapa pembeli untuk membeli tanah dan dibangun rumah dengan iming-iming harga murah namun nyatanya tanah tidak beres. Serta mengatasnamakan bank syariah setelah dicek tidak di bank tersebut.

"Sehingga perlu usulan agar rumah syariah perlu dikembangkan aturan mainnya jangan sampai masyarakat yang terkena penipuan oleh oknum," jelasnya.

Di Jawa Tengah sendiri, lanjut Prijanto ada satu pengembang di Solo Raya yang bermain di rumah syariah. Namun sampai saat ini tidak ada kabar perkembangannya.

"Di Jawa Tengah pernah mendapat brosur masuk ke komisariat ada di Solo Raya tapi tidak berkembang lagi sampai sekarang dan mereka bukan anggota REI, semoga tidak terjadi seperti yang ada di Surabaya dan Banten," pungkasnya.


(Cun Cahya/CN40/SM Network)