• KANAL BERITA

Presiden Minta Menteri BUMN dan Menkeu Pertimbangkan Langkah Terukur

Penyelamatan Dana Nasabah PT Asuransi Jiwasraya

foto: istimewa
foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Langkah Kejaksaan Agung yang menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, layak diapresiasi. Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman.

Dia memastikan, penegakan hukum di Tanah Air harus dilakukan tanpa pandang bulu. Siapa yang bersalah, harus diproses dan hukum ditegakkan.

"Penegakan hukum tanpa pandang bulu ini sesuai dengan prinsip politik hukum Presiden Joko Widodo bahwa hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya karena Republik Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan," kata Fadjroel, Rabu (15/1).

Terhadap penegakan hukum kasus ini, lanjut Fadjroel, bahwa pemerintah punya kepentingan, yaitu pada pengembalian dana nasabah Jiwasraya yang gagal dibayarkan.

"Terhadap kepentingan masyarakat yang terkait dengan kerugian finansial, arahan Presiden kepada menteri BUMN dan menteri keuangan agar dipertimbangkan langkah-langkah terukur memenuhi penyelamatan dana nasabah," jelas Fadjroel.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Mereka adalah eks Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan, Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro, Presdir PT TRAM, Heru Hidayat, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.


(Viva/CN40/SM Network)