• KANAL BERITA

Industri Vape Bisa Berkontribusi pada Petani Tembakau

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komunitas rokok elektrik atau vape menyebut, industri tersebut bisa membantu petani tembakau. Dimana cairan liquid yang digunakan pada vape memerlukan nikotin dari sari tembakau.

"Rokok elektrik ini menggunakan produk tembakau dari petani. Tembakau yang tidak diserap semuanya oleh industri rokok non elektrik, bisa dipakai pada liquid vape," beber Ketua Bidang Produksi Asosiasi Persolan Vaporizer Indonesia (APVI), Eko Prio HC dalam sebuah diskusi di Star Hotel, baru-baru ini.

Menurut dia, pabrik rokok non elektrik hanya menerima tembakau berkualitas sesuai standarnya masing-masing. Berbeda dengan liquid yang hanya menggunakan sari tembakau. Sehingga banyak tembakau petani yang bisa diserap. Terlebih bila banyak tembakau yang kualitasnya rendah pada saat musim penghujan.

Lebih jauh, Eko menyebut, bila produksi liquid pada 2019 mencapai 30 juta botol. Di mana bisa menyerap 2.592 ton tembakau. "Kalau produksinya bisa berkembang, maka lebih banyak tembakau yang tersisa untuk diserap. Menjadi nilai jual yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta perhatian pemerintah, untuk hal tersebut. Potensi industri vape akan membantu petani tembakau. Hal senada juga diungkapkan Ketua Penasihat Asosiasi Vaper Indonesia (AVI), Dimasz Jeremiah. Menurutnya, larangan merokok oleh sebab berdampak buruk pada kesehatan harus dipertimbangkan lagi.

Di sisi lain, kata dia, pemerintah juga perlu memerhatikan terhadap petani tembakau, apabila rokok benar-benar ditekan konsumsinya. Ada solusi lagi yang perlu dicari.


(Diaz Abidin/CN26/SM Network)