• KANAL BERITA

Layanan Darah Gratis, PMI Sleman Sediakan 10 Ribu Kantong

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan PMI setempat kembali menggulirkan program Layanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis). Masih sama dengan sebelumnya, tahun ini disediakan 10.000 kantong darah yang bisa diakses secara gratis oleh penduduk ber-KTP Kabupaten Sleman.

Dari hasil evaluasi, pemanfaatan layanan itu sepanjang tahun pertama kemarin masih belum maksimal. Ketua PMI Cabang Sleman Sunartono mengungkapkan, hanya 27 persen pencari donor yang mengakses Lada Manis. "Program ini baru dikenalkan sekitar akhir tahun 2019 sehingga mungkin banyak yang belum tahu," katanya, Rabu (15/1).

Tahun ini, sosialisasi sebisa mungkin dimaksimalkan. Selain lewat media sosial, keberadaan Lada Manis juga akan disampaikan dalam pertemuan dengan stakeholder seperti rumah sakit dan dukuh. Cara sosialisasi lainnya menggunakan sarana media baliho, leaflet, dan spanduk.

Dijelaskan Sunartono, layanan darah gratis ini dapat digunakan oleh semua warga Sleman tanpa terkecuali. "Lada Manis tidak hanya diperuntukan orang tidak mampu tapi semua penduduk Sleman, baik yang punya asuransi maupun tidak, tetap diberikan gratis selama membutuhkan," ujarnya.

Meski dengan embel-embel gratis, PMI Sleman menjamin kualitas darah yang didonorkan. Dalam pengadaan kantong darah, PMI diawasi oleh Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan RS Sardjito. Hasil quality control (QC) tahun 2019 dinyatakan seluruh parameter komponen darah yang diproduksi PMI Sleman memenuhi standar.

Kontrol terhadap kualitas kantong darah akan dilakukan rutin. Tahun ini, QC direncanakan dua kali dengan sistem sampling. "Jangan ada kesan karena gratis kemudian kualitas dikesampingkan. Tidak seperti itu dalam hal pelayanan donor darah," tukasnya.

Sementara itu menjawab kekhawatiran sebagian kalangan rumah sakit bahwa rentan terjadi penggelapan, Sunartono mengklaim sejak lima tahun silam,pihaknya telah menerapkan pemeriksaan laporan keuangan dengan melibatkan auditor independen. Terlebih disadari bahwa PMI menggunakan dana dari masyarakat sehingga perlu monitoring ketat.

 


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)