• KANAL BERITA

UMY Kembangkan Promosi Digital Banjarharjo 1

KERAJINAN BAMBU: Warga Banjarharjo 1 sedang  memproduksi kerajinan bambu. (suaramerdeka.com /dok)
KERAJINAN BAMBU: Warga Banjarharjo 1 sedang memproduksi kerajinan bambu. (suaramerdeka.com /dok)

BANTUL, suaramerdeka.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memfasilitasi pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa Muntuk, Dlingo, Bantul melalui promosi produk kerajinan yang diintegrasikan dengan potensi wisata. Fasilitasi ini merupakan program pengabdian masyarakat UMY. “Dusun Banjarharjo 1 memiliki potensi dalam produk kerajinan yang punya peluang besar dipasarkan melalui market place,”  jelas Miftahul Fawwaz, ketua tim 96 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY, Selasa (14/1). 

 

Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Fajar Junaedi, menyebutkan bahwa program fasilitasi promosi produk kerajinan ini dilakukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara warga dan perangkat desa. Fajar menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari catur darma UMY sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Wakhid Widadi, kepala dusun  Banjarharjo 1 mengharapkan agar tim UMY bisa berkelanjutan dalam mempromosikan kerajinan Banjarharjo 1. “Seharusnya program KKN tidak berhenti saat KKN selesai, namun ada keberlanjutannya,” harap Wakhid.

“Banjarharjo 1 bisa dikembangkan menjadi sentra kerajinan yang menyediakan produk kerajinan warga desa Muntuk untuk dijual kepada turis yang datang,” tambahnya. Lokasi Banjarharjo 1 merupakan jalur utama wisatawan dari Mangunan dan Puncak Becici sehingga potensial dikembangkan adanya sentra kerajinan dan promosinya. “Diharapkan dengan sentra produk kerajinan, wisatawan mampir dan membeli produk kerajinan bambu dan kayu dari warga,” imbuh Wakhid.

Produk kerajinan bambu dari Banjarharjo 1 diantaranya diantaranya tampah, tambir, tempat tisu, tempat pensil, gorong-gorong, tudung saji, piring bambu, vas bunga. Selain kerajinan dari bambu ini, Banjarharjo 1 juga merupakan penghasil meja kursi kafe, kitchen set, pintu, jendela dan meja rias.

“Produk kerajinan ini akan kami promosikan melalui digital marketing yaitu website, media sosial dan branding,” jelas Fawwaz tentang metode promosi yang dilakukan tim KKN UMY untuk mendorong kemajuan produk kerajinan di Banjarharjo 1.

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)