• KANAL BERITA

Proyek Jalan Lingkar Sarang dalam Proses Pemeriksaan BPK

LENGANG : Jalan Lingkar Sarang (JLS) masih lengang oleh lalu-lalang dan aktivitas kendaraan umum lantaran belum tersambung jembatan di kawasan Sungai Karangmangu. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)
LENGANG : Jalan Lingkar Sarang (JLS) masih lengang oleh lalu-lalang dan aktivitas kendaraan umum lantaran belum tersambung jembatan di kawasan Sungai Karangmangu. (suaramerdeka.com / Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramedeka.com – Inspektorat Kabupaten Rembang memastikan Jalan Lingkar Sarang (JLS) dalam proses pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil pengerjaan JLS disorot lantaran mengalami ambrol dan keretakan di beberapa titik. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak Oktober 2019 lalu saat pekerjaan senilai Rp 16,3 miliar tersebut masih belum diserah terima. Pemeriksaan lanjutan akan kembali dilakukan BPK kemungkinan pada awal Maret 2020.

Kepala Inspektorat Kabupaten Rembang, Fahrudin menjelaskan, pemeriksaan terhadap JLS merupakan agenda rutin BPK atas penggunaan anggaran daerah. Selain JLS, proyek lainnya yang juga ikut diperiksa adalah drainase Clangapan-Japerejo, Jalan Kaliori-Dresi, Jembatan Sedan, Puskesmas Sedan serta Jalan Lingkar Rembang.

“Pemeriksaan lanjutan Maret 2020. Itu pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PPDT), terkait infrastruktur. Saat itu yang sudah tuntas selesai diperiksa hanya beberapa. Termasuk Puskesmas Sedan belum selesai diperiksa,” terang Fahrudin.

Ia menyebutkan, terkait dengan JLS, pada saatnya nanti Inspektorat akan mencocokan hasil pemeriksaan independen, antara sepesifikasi perencaaan dengan hasil pengerjaan. Jika nanti ada ketidakcocokan, maka langkah penghitungan akan dilakukan untuk memastikan ada kekurangan volume atau tidak. “Soal JLS, kami sudah cek di lokasi untuk memastikan. Hasilnya memang ada keretakan jalan, namun panjangnya hanya sekitar 41 meter saja. Hasil pemeliharaan rekanan nanti juga akan dicek ulang,” paparnya.

Ia memastikan, Inspektorat selalu mengawal pelaksanaan pekerjaan daerah. Pemeriksaan-pemeriksaan yang menjadi kewenangan Inspektorat dilakukan secara obyektif. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta untuk segera menghitung jika ada temuan kekurangan volume pekerjaan.

“Soal kondisi JLS, saya belum bisa menjawab pasti apakah ada kesalahan pekerjaan atau tidak. Pemeriksaan BPK masih belum selesai. Inspektorat mencocokan nanti spesisfikasi pelaksanaan dan perencanaan,” tandasnya.

Untuk diketahui, proyek Jalan Lingkar Sarang menjadi sorotan publik lantaran ambrol dan retak di beberapa titik. KOndisi tersebut sangat disayangkan, lantaran proyek di bawah kendali DPUTARU Rembang itu baru diserah terimakan pada 28 Desember 2019.


(Ilyas al-Musthofa/CN26/SM Network)