• KANAL BERITA

Rawa Pening Tercemar, 8.000 Pelanggan PDAM Tirta Bumi Serasi Terkena Dampak

Foto: istimewa
Foto: istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Lebih dari 8.000 pelanggan PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang terkena dampak pencemaran Danau Rawa Pening. Keterangan itu disampaikan Direktur Teknik PDAM Tirta Bumi Serasi, Eko Budi Santoso, Selasa (14/1).

Menurutnya, dampak pencemaran yang dimaksud tahun ini paling parah. Selain imbas kemarau yang cukup panjang, pencemaran yang terjadi disinyalir juga disebabkan adanya pembusukan gulma air eceng gondok. “Keluhan yang banyak disampaikan pelanggan adalah terkait air keruh dan bau. Kami sudah identifikasi dan melakukan penanganan,” katanya.

Ketika ditanya sebaran wilayah pelanggan yang terdampak pencemaran, Eko menyebutkan, memang didominasi pelanggan yang berdomisili di sekitar area ujung pipa. Meliputi mereka yang berdomisili di Lingkungan Gedangasri, Leyangan, dan Pringapus.

Adapun untuk penyediaan air sementara, pihaknya sudah melakukan pengiriman air ke pelanggan disamping membersihkan jaringan pipa yang kotor. “Kendala pengiriman air, lebih pada akses jalan yang sulit. Kemudian banyak pelanggan yang tidak memiliki tandon penampungan air,” jelasnya.

Pascamenerima aduan dari pelanggan, PDAM Tirta Bumi Serasi langsung mengirim surat kepada PT Sarana Tirta Ungaran (STU) selaku perusahaan pengolahan air bersih yang berkedudukan di Tuntang. Surat tadi, dikirim pada 6 Januari 2020. Sejalan dengan itu, berdasarkan hasil pengecekan laboratorium air yang terdampak pencemaran Danau Rawa Pening masih masuk kategori air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Permasalahan air keruh dan bau, lanjutnya, juga dipengaruhi pipa jaringan distribusi yang terbilang panjang yakni mencapai lebih dari 40 kilometer dari area sumber pengolahan milik PT STU. “Setelah ada penanganan, kemudian ada hujan beberapa hari ini kondisi air yang mengalir ke pelanggan berangsur membaik. Sudah tidak keruh dan bau,” terang dia.


(Ranin Agung/CN26/SM Network)