• KANAL BERITA

Penemuan Anak Macan Tutul di Pati Jadi Perhatian

BANGKAI : Foto bangkai anakan macan tutul dari salah seorang warga saat ditemukan. (suaramerdeka.com / dok)
BANGKAI : Foto bangkai anakan macan tutul dari salah seorang warga saat ditemukan. (suaramerdeka.com / dok)

PATI, suaramerdeka.com -  Heboh! Selama ini teka-teki keberadaan macan tutul di lereng Gunung Muria terjawab. Warga bukan hanya heboh menemukan jejak kotoran si raja hutan itu, namun seorang pencari rumput justru menemukan keberadaan binatang buas itu. Adalah Khoirul Huda, pencari rumput yang menemukan jejak sang macan di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong. Namun, sayang, macan yang selama menjadi perbincangan itu ditemukan dalam keadaan mati.

Sejumlah saksi menuturkan, penemuan itu kali pertama diketahui Khoirul Huda, warga setempat saat mencari rumput di belakang rumahnya. Saat bermaksud naik ke atas pohon dia melihat ada bangkai yang mencurigakan. Benar saja setelah didekati, rupanya diketahui itu merupakan bangkai dari anak macan tutul. Hanya saja hewan yang dilindungi itu dalam keadaan mati bahkan sudah dikerumuni lalat. Diperkirakan anak macan tersebut mati, beberapa hari lalu.

Kepala Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Mulyono mengatakan penemuan anak macan tutul tersebut menjadi perhatian. Setelah ditemukan, anak macan dikubur di belakang rumah warga di Dukuh Prigi, desa setempat. Namun setelah dilaporkan, tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung turun untuk mengecek kebenarannya. Setelah dipastikan anak macan tersebut keluar dari hutan, selanjutnya bangkai anak macan dibongkar dan dibawa oleh tim BKSDA.

Sementara itu perwakilan BKSDA Resort Konservasi Wilayah (RKW) Pati Barat Arif Susioko mengatakan bangkai anakan macan yang ditemukan itu berjenis kelamin jantan. ‘’Saat ini kami belum mengetahui penyebabnya. Tapi sudah dievakuasi ke Semarang Zoo untuk proses uji lab untuk mengetahui penyebab kematiannya,’’terangnya.

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab pasti kematian satu di antara hewan yang dilindungi di kawasan Pegunungan Muria itu, tim dokter tengah bekerja sesuai prosedur. ‘’Sekarang sudah ditangani tim dokter untuk dilakukan endoskopi atau seperti visum.’’

Kawasan Pegunungan Muria yang masuk kedalam wilayah Kabupaten Pati, Kudus dan Jepara terdapat sejumlah macan tutul. Hanya ketika ditanya jumlah pasti, Arif belum bisa memberikan informasi. ‘’Kami melakukan seperti itu kan harus ada informasi secara formal, tapi mamang ada, pengumpulan data dulu ya,’’ katanya.

Sebelumnya sejumlah kelompok pecinta alam memang mengaku sempat melihat tanda-tanda keberadaan macan di lereng Gunung Muria. Seperti jejak kotoran macan terlihat di kawasan hutan Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Para komunitas pecinta alam meyakini jika keberadaan macan di Gunung Muria masih ada, sehingga perlu mendapatkan perlindungan dan pengawasan.


(Beni Dewa/CN26/SM Network)