• KANAL BERITA

Lahirnya PP 82 Tahun 2019 Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Pekerja

SANTUNAN: Menaker Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Peserta BPJS TK. (suaramerdeka.com / dok)
SANTUNAN: Menaker Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Peserta BPJS TK. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2019.

Inti dari PP 82 tahun 2019 adalah meningkatkan manfaat dua program jaminan sosial ketenagakerjan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Meskipun dua program tersebut mengalami kenaikan manfaat, namun iuran tidak mengalami kenaikan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, diterbitkannya PP 82 Tahun 2019 tersebut menunjukkan bahwa Negara hadir untuk menjamin pelindungan dan kesejahteraan pekerja/buruh. Karena itu ia pun meminta kepada perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya untuk segera mendaftarkan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaa (BP Jamsostek). Adapun, uraian peningkatan manfaat JKK adalah sebagai berikut:

Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja, ahli waris akan mendapatkan beasiswa yang semula 1 (satu) anak sebesar Rp. 12 Juta menjadi 2 (dua) anak hingga Perguruan Tinggi sebesar Rp. 174 Juta atau naik 1350%; manfaat baru berupa homecare, dan penambahan besaran biaya transportasi, pemakaman, santunan berkala, dan masa kadaluarsa klaim.

Untuk kenaikan manfaat JKm meliputi penambahan besaran biaya transportasi, biaya pemakaman dan santunan berkala yang total semula adalah Rp. 24 Juta menjadi  Rp. 42 Juta atau naik 75%; serta bantuan beasiswa dengan perubahan poin-poin yang sama dengan manfaat program JKK, yaitu 174 juta untuk 2 (dua) orang anak.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Jokowi, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan semua Kementerian/Lembaga yang telah mendukung peningkatan manfaat program JKK dan JKM. Karena hal ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian,” kata Agus Susanto, Ditut Badan Pelaksnana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.


(Wahyu Atmadji/CN26/SM Network)