• KANAL BERITA

Rute Berubah, Jarak Antar-BST Agak Lama

 Bus Batik Solo Trans (BST) berhenti di selter persimpangan Gendengan. (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
Bus Batik Solo Trans (BST) berhenti di selter persimpangan Gendengan. (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Rute bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 dan 2 dipastikan bakal berubah, jika perlintasan sebidang Purwosari ditutup guna mendukung pembangunan jalan layang. Bus tersebut akan dialihkan menuju kawasan Manahan dan Kottabarat.

Direktur PT Bengawan Solo Trans, Sri Sadadmojo, memprediksi dengan pengalihan itu, jarak antarbus (headway) BST di dua koridor tersebut akan bertambah. Saat ini Koridor 1 BST dilayani 15 bus dan Koridor 2 dilayani 16 bus.

Koridor 1 melayani trayek Terminal Palur-Terminal Kartasura-Bandara Solo Adisoemarmo PP, ada pun Koridor 2 dioperasikan di trayek Terminal Palur-Terminal Kartasura via Stasiun Solo Balapan PP.

"Biasanya jarak satu armada dengan armada lain berkisar delapan hingga 12 menit saat jam sibuk dan enam hingga tujuh menit saat normal. Kemungkinan nantinya bertambah lama karena jalurnya memutar dan lebih jauh. Selain itu juga ada potensi kepadatan di rute-rute tersebut," terang dia.

Sadad juga memprediksi akan terjadi penurunan tingkat keterisian penumpang (load factor) BST selama bus-bus tersebut beroperasi di jalur sementara.

"Tapi kami belum tahu pasti penurunannya berapa persen. Kalau saat ini, rata-rata penumpang di Koridor 1 berkisar 50-60 ribu penumpang perbulan, sementara Koridor 2 40-50 ribu penumpang setiap bulan," katanya.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub), Taufiq Muhammad mengatakan, pihaknya harus melakukan penyesuaian rute, mengingat BST Koridor 1 dan 2, biasnya melewati Purwosari.

Dari arah barat bus akan melintas di Jalan Ahmad Yani, bundaran Tugu Wisnu, Jalan Adisucipto, overpass (jalan layang) Manahan, Jalan Dr Moewardi, sebelum memasuki Jalan Slamet Riyadi seperti semula. ‘’Adapun bus dari arah timur juga dialihkan ke rute-rute di atas,’’ tambahnya.

"Pengalihan rute masih menunggu kepastian pelaksanaan proyek dan ditutupnya perlintasan Purwosari. Perubahan ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat. Namun kami tetap berusaha mengoptimalkan pelayanan, agar gangguan bisa diminimalkan," tegas Taufiq.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)