• KANAL BERITA

Melatih Disiplin Anak Sejak Usia Dini

Oleh: Syifa Fauziah

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

USIA yang paling tepat dalam menanamkan dan memperkenalkan kedisplinan adalah saat anak usia dini. Di usia ini mereka mulai mandiri dan memiliki kendali. Namun di sisi lain kemampuannya masih terbatas dalam mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan secara verbal. Memperkenalkan dan menanamkan kedisiplinan pada anak saat mereka masih dini sangatlah penting.

Salah satunya, orang tua perlu mengajari batasan dalam bersikap. Orang tua bisa membuat anak-anak memiliki sikap yang baik dengan hal sederhana. Melatih anak disiplin tidak mudah, akan tetapi sebagai orang tua sudah seharusnya mengajarkan hal-hal yang bermanfaat kepada anak.

Keluarga merupakan salah satu lembaga pengembang tugas dan tanggung jawab pendidikan yang pertama. Tujuan pendidikan adalah mengupayakan subyek didik menjadi pribadi yang utuh dan terintegrasi,orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab menanamkan disiplin diri, mengembangkan, memperjelas, memperdalam dan memperluas berbagai makna yang menjadi pedoman dalam kehidupan anak.

Sistem nilai yang diupayakan harus dapat mewakili sebagian besar norma-norma, di antaranya sistem nilai Spranger (Alis Jahbana 1974). Anak yang disiplin senantiasa berperilaku berdasarkan peraturan, norma, dan moral. Orang tua di tuntut menanamkan dan mengembangkan disiplin anak dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, lingkungan alam dan mahluk hidup lain bardasarkan nilai, norma dan moral. Terdapat tiga cara mendidik anak disiplin sejak dini.

Pertama, membuat peraturan. Menerapkan kedisiplinan pada anak usia dini seharusnya membuat peraturan terlebih dahulu. Orang tua bisa memperingatkan jika anak melakukan kesalahan. Misalnya, memberikan peraturan untuk main games hanya 1 jam dalam satu hari, apabila anak melanggar peraturan itu maka orang tua seharusnya memperingatkan dengan baik, bukan dengan cara membentak.

Kedua, konsisten. Orang tua harus konsisten dalam memberikan pembinaan secara terus menerus jangan sampai kendor dalam memberikan bimbingan tersebut sampai benar-benar anak mampu mengatur kegiatannya itu. Karena anak membutuhkan konsisten apa yang dikatakan oleh orang tuanya.

Ketiga, orang tua memberikan teladan. Salah satu cara yang mudah untuk belajar adalah meniru. Orang tua adalah contoh yang baik, buat diri kita disiplin terlebih dahulu sebelum mendisiplinkan anak. Penulis melakukan parenting untuk peningkatan pemahaman tentang sosialisasi peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kedisplinan pada anak usia dini di PAUD Karakter Terpadu Pelangi Nusantara 05 Ungaran sebanyak 35 anak.

Syifa Fauziah SPdI MPdI, dosen program studi S1 PG PAUD Universitas Ngudi Waluyo


(Red/CN40/SM Network)