• KANAL BERITA

Rampung Akhir 2019, Jalan Lingkar Karangmangu Ambrol dan Retak

 Sejumlah pekerja tengah menambal jalan lingkar Sarang di ruas Desa Karangmangu, Senin (13/1). (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)
Sejumlah pekerja tengah menambal jalan lingkar Sarang di ruas Desa Karangmangu, Senin (13/1). (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka.com - Jalan Lingkar Sarang ambrol dan retak di sekitar ruas Desa Karangmangu. Padahal proyek jalan sepanjang sekitar dua kilometer dari pesantren Sarang, Desa Karangmangu hingga Temperak, senilai Rp 16,3 miliar itu, baru rampung, beberapa pekan lalu.

''Jalan itu masih menjadi tanggung jawab pemborong. Karena ada ada masa pemeliharaan enam bulan,'' tegas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Diptaru) Kabupaten Rembang, Sugiharto.

Pihaknya langsung memerintahkan pelaksana proyek melakukan perbaikan jalan yang berbatasan dengan laut itu.

''Senin kemarin sudah mulai dikerjakan perbaikan. Sekitar tiga empat hari selesai ini pengerjaannya,'' kata dia, Selasa (14/1).

Dia menegaskan penyebab jalan ambrol diduga karena hempasan ombak ekstrem. ''Selain itu juga ada pengambilan pasir di sekitar Jalan Karangmangu, sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi parah,'' katanya.

Untuk mengantisipasi hempasan ombak yang keras, Diptaru akan mengusahakan pemasangan sheet pile sepanjang jalan. ''Sheetpile (tiang pancang) itu untuk menahan atau mengurangi hempasan ombak yang sangat kencang. Mengingat kondisi yang mungkin bisa sangat ekstrem,'' tegas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C, Puji Santosa, mengaku saat pengawasan pembangunan jembatan, baru-baru ini, mewanti-wanti Diptaru dan pelaksana proyek untuk memperhatikan kualitas pemasangan sheet pile.

Dia menerangkan saat melihat langsung pengerjaan jalan, pemasangan sheet pile terlihat kurang rapi. ''Selain tidak terpasang rapat, juga tidak disertai finishing yang rapi. Antartiang pancang tidak ditutup dengan rapi. Sehingga kemungkinan karena tidak rapat itu kemasukan ombak,'' terang dia.

Dia menambahkan saat ombak baratan, air yang menerobos masuk di sela-sela tiang pancang itu akan membawa tanah urukan di bawah jalan aspal. ''Setiap ombak masuk dan keluar, membawa urukan tanah, sehingga setelah urukan tanah keropos, jalan di atasnya ambles,'' kata dia.

Puji berharap setelah perbaikan nanti, semua sela antara tiang pancang sudah harus benar-benar dipastikan tertutup rapat. ''Kalau tidak tertutup rapat, kejadian serupa besar kemungkinan bisa terulang lagi,'' pungkasnya.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN40/SM Network)