• KANAL BERITA

Pilih Perguruan Tinggi Minimal Terakreditasi B

Pameran Pendidikan di UTC

Mahasiswa Stiepari Semarang sedang melayani calon mahasiswa yang bertanya-tanya di stan UTC Hotel Semarang, Selasa (14/1). (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
Mahasiswa Stiepari Semarang sedang melayani calon mahasiswa yang bertanya-tanya di stan UTC Hotel Semarang, Selasa (14/1). (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Siswa SMA/SMK yang hendak kuliah diminta memperhatikan program studi (prodi) dan calon universitas pilihannya. Mereka harus memilih berdasarkan minat, bakat, dan potensinya. Tak kalah pentingnya, mereka juga harus pilih perguruan tinggi minimal terakreditasi B. Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Dr Padmaningrum MPd di sela-sela Jateng Campus Update 2020 di UTC Hotel Semarang, Selasa (14/1).

"Pilih perguruan tinggi minimal terakreditasi B, karena banyak perusahaan mensyaratkan hal itu," kata Padmaningrum, saat membuka ekspo pendidikan yang berlangsung hingga Kamis (16/1), di hadapan ratusan siswa SMA/SMK di hall E UTC.

Pemprov Jateng tidak bisa bekerja sendiri, butuh kerja sama semua pihak, termasuk perguruan tinggi yang mendorong dan memotivasi pelajar melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

Sebanyak 34 perguruan tinggi di Indonesia ikut ekspo pendidikan yang bekerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng. Antara lain, yakni Unika Soegijapranata Semarang, USM Semarang, Stiepari Semarang, Bina Sarana Informatika Yogyakarta, Institute Teknologi Telkom Purwokerto, AMNI, PIP Semarang, serta akademi pilot Flybest Flight Academy Batam. Ketua Pelaksana Jateng Campus Update 2020, Buyung Fajri mengatakan, kegiatan ini serentak digelar di tiga kota yaitu Semarang, Bandung, dan Jakarta.

"Pesertanya 34 perguruan tinggi, karena ada universitas di Jateng yang ikut ekspo pendidikan di Jakarta. Di Semarang, panitia mengundang siswa dari 20 SMA/SMK setiap hari hadir dalam ekspo, mereka dijemput bus," ungkapnya.

Kegiatan ini sekaligus mengenalkan aplikasi kampus Jateng, dengan melibatkan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wialyah VI Jateng. Aplikasi ini memberi kemudahan informasi calon mahasiswa yang ingin mencari perguruan tinggi, sekaligus mendaftar secara mudah.

Ketua Aptisi Wilayah VI Jateng, Prof Dr Ir Edi Noersasongko, mengapresiasi kehadiran aplikasi Kampus Jateng. Ada 257 perguruan tinggi swasta, nantinya akan digandeng secara daring. Jadi, semua perguruan tinggi swasta akan muncul dalam aplikasi. "Tidak perlu kemana-mana, dengan satu handphone akan bisa mencari informasi perguruan tinggi," ungkapnya.

Dari 257 perguruan tinggi swasta, hanya ada lima yang telah terakreditasi A. Yakni, Unika Soegijapranata, Udinus, Unisulla Semarang, UKSW Salatiga, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.


(Royce Wijaya/CN40/SM Network)