• KANAL BERITA

Komisi C Kritik Pompa Penanggulangan Banjir

Pompa air raksasa di Pasirkratonkramat  yang diandalkan untuk menurunkan genangan banjir di Kota Batik. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)
Pompa air raksasa di Pasirkratonkramat yang diandalkan untuk menurunkan genangan banjir di Kota Batik. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Makmur S Mustofa, mengkritik tidak semua pompa penanggulangan banjir bisa difungsikan setiap saat. Kadang petugas tidak sigap atau alasan jatah bahan bakar habis.

‘’Bahkan ketika Komisi C meninjau dua pompa raksasa di Pasirkratonkramat juga tidak dinyalakan. Baru beberapa saat kemudian dihidupkan karena  akan ada kunjungan gubernur,’’ kata Mustofa, saat memimpin rapat kerja dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, di ruang komisi, Selasa (14/1).

Sebelumnya, Ketua Komisi C itu, mempertanyakan keberadaan banyak pompa penanggulangan banjir di kota. Lantas Kepala BPBD Saminta menjelaskan di wilayah kota ada 46 pompa untuk menyedot air saat banjir.

Pada bagian lain, Sasminta mengatakan, sejumlah tanggul sungai dilaporkan longsor/ambrol saat banjir awal Januari 2020. Dari beberapa tanggul itu, satu di antaranya sudah ditanggul dengan karung berisi tanah di Krapyak.

Sedangkan empat titik lainnya ditangani sementara namun belum dituntaskan. ‘’Empat titik itu di Tirto, Pabean, Pasirkratonkramat, dan dekat SMP 10,’’ kata Saminta.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi C, Mustofa, Saminta menjelaskan, BPBD sudah menyampaikan informasi tanggul ambrol melalui Satgas dan unit reaksi cepat saat banjir. Namun sampai sekarang penanganannya belum tuntas.

‘’BPBD saat itu fokus tanggul jebol di Krapyak selebar 4 meter dan langsung memasang karung berisi tanah. Untuk keperluan itu, kami terpaksa bon (utang) untuk pembelian tanah dan sampai kini belum dibayar,’’ katanya.

Dia mengakui, dalam menangani kebencanaan, BPBD tidak memiliki anggaran. Anggarannya ada di Dinsos dan DPU serta OPD lainnya. Tugas BPBD hanya menyampaikan informasi kepada OPD terkait agar bantuan bisa diberikan.

Angota Komisi Faisol Khannan, mengatakan rumah Rayuti, di Pasirkratonkramat, tahun lalu roboh akibat angin besar. Tetapi sampai sekarang juga belum ada bantuan dari Pemerintah. Untuk itu, Khannan berharap pemkot membantu warga kurang mampu itu.

Saminta mengatakan, BPBD dalam masalah itu sudah merekomendasikan ke dinas terkait agar segera mendapatkan bantuan. ‘’Kalau soal pencairan dana BPBD tidak mengetahuinya,’’ katanya.

DPRD minta pada OPD terkait saat musim penghujan ini, siap menanggulangi dampak bencana jika terjadi banjir. Komisi C meminta pimpinan untuk bisa melaksanakan rapat dengan OPD lain secara bersamaan dalam menghadapi musim penghujan ini.


(Trias Purwadi/CN40/SM Network)