• KANAL BERITA

Lagi, SD Cangkring 02 Juga Rawan Roboh

Sekda Tegal, Widodo Joko Mulyono meninjau kerusakan SD Cangkring 02 di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Senin (13/1). (suaramerdeka.com/dok)
Sekda Tegal, Widodo Joko Mulyono meninjau kerusakan SD Cangkring 02 di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Senin (13/1). (suaramerdeka.com/dok)

TEGAL, suaramerdeka.com – Satu lagi sebuah bangunan gedung sekolah dasar rawan roboh. Setelah SD Pagongan 01, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, kini SD Cangkring 02 di Kecamatan Talang juga ditemukan rawan roboh.

Empat ruang kelas di SD itu nyaris roboh, karena tembok bangunan miring. Kerusakan SD Cangkring 02 viral di media sosial. Tembok empat ruangan yang miring ditopang dengan sejumlah bambu. Kondisi itu direspons cepat Sekda Tegal, Widodo Joko Mulyono yang malakukan tinjauan langsung ke lokasi pada Senin (13/1).  

Sekda meninjau SD Cangkring 02 bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala SD Cangkring 02.

"Kejadian ini tidak bisa dikategorikan sebagai bencana. Ini merupakan bangunan tua sudah 45 tahun dan jenis bangunannya tidak standar. Akibatnya, terjadinya keretakan yang merembet," kata Sekda Tegal itu.

Sekda Tegal, Widodo Joko Mulyono meminta Dikbud menganalisis kerusakan bangunan tersebut, dan mengklasifikasikan jenis kerusakan SD tersebut. Termasuk, kebutuhan anggaran untuk perbaikan empat ruang SD itu.

"Dikbud agar bisa mengklasifikasikan jenis bangunan yang rusak berat, sedang dan ringan. Sehingga kita bisa maping menggunakan sesuai dengan kemampuan anggaran. Tentu mengutamakan yang rusak berat dulu," ujarnya.

Joko meminta agar ruang kelas yang rusak dikosongkan dan siswa dipindahkan ke Perpustakaan SD tersebut dan Balai Desa Cangkring. Setelah dilakukan peninjauan, diperkirakan kebutuhan anggaran Rp 400 juta.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dikbud Kabupaten Tegal, Winarto menuturkan, SD Cangkring 02 pada 2020 mendapatkan alokasi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 100 juta. Anggaran itu digunakan untuk renovasi ruang kepala sekolah.

Selain itu, SD tersebut juga mendapatkan anggaran dari APBD Kabupaten Tegal 2020 sebesar Rp 100 juta untuk rebah ruang kelas.

"Anggaran Rp 100 juta untuk perbaikan ruang kelas yang rawan roboh, masih kurang. Kami akan ajukan melalui mekanisme penggeseran dan perubahan tahun anggaran 2020, karena melihat kondisi bangunan harus dibangun ulang," katanya.


(Dwi Putra GD/CN40/SM Network)